Jumat , 3 April 2020
Home » Sains dan Teknologi » Fenomena calon gunung berapi di bekas longsoran TTS

Fenomena calon gunung berapi di bekas longsoran TTS

(ilustrasi)

Kupang (Riaunews.com) – Gundukan tanah diduga calon gunung berapi yang mengeluarkan api disertai asap pekat dan air panas, muncul di bekas longsoran di Desa Sebot, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Desa Sebot, Zet Bessie mengatakan, fenomena alam munculnya api disertai asap pekat dan bau belerang dari dalam bumi mulai terjadi pada Ahad (9/2/2020) petang silam.

“Sampai sekarang api masih terus menyala dari dalam bumi di bekas longsoran di kali Dilak Belo yang berlokasi satu kilometer dari kawasan pemukiman penduduk,” kata Zet Bessie yang dihubungi Antara.

“Lokasi munculnya api dan air panas dari dalam bumi itu berada jauh dari lokasi pemukiman penduduk. Bau belerang sangat terasa di daerah itu selama sepekan ini,” tegasnya.

Dikuti dari Liputan6.com, Ahad (16/2/2020), Pemerintah Desa Sebot telah melaporkan peristiwa munculnya gunung berapi ini kepada Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Epy Tahun.

Menurut dia, asap api semakin tebal dan pekat apabila di lokasi terjadi hujan lebat.

“Apabila terjadi hujan maka asap yang yang muncul dari dalam bumi semakin pekat dan terlihat kecoklatan bahkan berbagai jenis pohon dan tanaman di sekitarnya mati karena panas api yang muncul tersebut,” tegasnya.

Sementara itu Vinsen Besi salah seorang warga Desa Sebot yang dihubungi secara terpisah mengatakan, selama sepekan terakhir sering terdengar bunyi letupan dari lokasi munculnya api di lereng kali Dilak Belo itu.

“Beberapa hari ini ada bunyi letupan dan gemuruh pada malam dan menjelang pagi hari dari lokasi munculnya asap api sehingga mencemaskan warga Desa Sebot,” kata Vinsen Besi.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan