Minggu , September 27 2020
Home / Spesial Riau / Gubri akan laksanakan visi misi yang belum terlaksana pada tahun ini

Gubri akan laksanakan visi misi yang belum terlaksana pada tahun ini

Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution dalam acara refleksi satu tahun kepemimpinan. (Foto: MCR)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menggelar refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama wartawan. Kegiatan digelar di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Senin (24/2/2020) juga dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) serta Kepala Biro yang ada di Pemprov Riau.

“Aturannya tanggal 20 Februari lalu mau diadakan refleksi ini, tapi karena ada acara makanya tidak bisa. Ini salah satu cara kita melihat kembali apa yang telah diperbuat setahun lalu,” kata Gubri.

Dilansir Media Center Riau, orang nomor satu di Riau ini mengklaim beberapa kegiatan tahun 2019 sudah jalan yang diantaranya sesuai visi misinya. Salah satunya program sekolah gratis untuk SMA/SMK. Namun ada juga program yang belum jalan. Pasalnya pada tahun lalu, sebagian besar visi misi mereka tidak bisa masuk dalam APBD Riau 2019.

“Memang kendalanya tahun 2019 program kami tidak bisa masuk, sehingga ada program yang belum terserap dari visi misi kami. Tapi sebagian ada yang kami masukkan di APBD perubahan 2019, seperti sekolah gratis dan lainnya,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Syamsuar, tahun 2020 ini pihaknya akan menggesa program sesuai visi misinya. Yakni soal ekonomi, pendidikan, infrastruktur, sumber daya manusia, dan reformasi birokrasi.

Syamsuar juga menyebutkan ada beberapa isu strategis Provinsi Riau saat ini. Diantaranya, pemerataan dan peningkatan akses kualitas dan relevansi pendidikan, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kemudian peningkatan kualitas aksesibilitas dan konektivitas infrastruktur wilayah maupun antar wilayah.

“Peningkatan kualitas lingkungan hidup mitigasi bencana dan perubahan iklim, peningkatan kemandirian ekonomi daerah dan ekonomi kerakyatan, pengimplementasian nilai-nilai agama dalam kehidupan, serta birokrasi dan akuntabel efektif dan efisien serta pelayanan publik berkualitas,” terang mantan Bupati Siak ini.

Dipaparkan juga, pada 2019 lalu realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2019 per 30 Desember 2019 berdasarkan SP2D yakni realisasi keuangan sebesar 91,31 persen sedangkan realisasi fisik sebanyak 95,03 persen.

Sedangkan untuk capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 2.84 persen dengan migas, capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau tersebut lebih rendah dari nasional dan Sumatra.

“Alhamdulillah tingkat kemiskinan menurun, indeks tingkat pengguran terbuka juga menurun serta indeks ratio juga menurun,” ujarnya.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan