Minggu , 5 Juli 2020
Home » Spesial Riau » Siak » Lagi, seekor gajah mati di Riau

Lagi, seekor gajah mati di Riau

Gajah Mati
Anak gajah bernama Puan mati di PLG Minas. (Foto: MCR)

Siak (Riaunews.com) – Seekor Gajah Sumatera (Elephant maximus sumatrensis) bernama Puan Pandan Wangi mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Siak. Gajah betina berumur 3 tahun itu diduga mati setelah mengalami gangguan pencernaan.

Dilansir Media Center Riau, Puan sebelumnya diselamatkan setelah terkena jerat pemburu di kawasan hutan tanaman industri (HTI) PT Rimba Peranap Indah (RPI) di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu.

Saat ditemukan, herbivora bertubuh bongsor ini mengalami luka parah di kakinya, dan nyaris putus.

Karena tak bisa bergerak, Puan kemudian ditinggalkan kelompoknya.

Anak gajah malang ini diselamatkan oleh tim Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, pada 16 Desember 2019, dan dibawa ke PLG Minas untuk mendapat perawatan.

Namun kondisi kesehatan gajah yang berasal dari kantong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terus menurun.

Humas BBKSDA Riau, Dian Indriani, mengatakan, memasuki pertengahan Februari 2020, kondisi Puan mengalami penurunan minum susu.

Pada 13 Februari, tim medis kembali melakukan pengobatan untuk mengembalikan kondisinya.

“Tim medis memberikan cairan infus serta vitamin untuk suporting kondisi tubuhnya. Hari ini (Jumat), kondisi Gajah Puan menjadi lemah dan tidak mau minim susu. Pada pukul 06.00 WIB, Gajah Puan mati,” kata Dian, Jumat (14/2/2020).

Tim medis BBKSDA Riau kemudian melakukan nekropsi atau bedah bangkai yang dilakukan oleh drh Dhanang dibantu paramedis Hadhibina dan Fitrayati. Adapun berat badan Gajah Puan lebih kurang 101 kg.

“Melihat perubahan pada organ (patologi anatomi) penyebab kematian diduga karena gangguan pencernaan sehingga penyerapan nutrisi terganggu,” tutur Dian.

Setelah dilakukan nekropsi, bangkai Gajah Puan dikubur di sekitar lokasi Pusat Latihan Gajah Riau di Minas.***

Tinggalkan Balasan