Jumat , 3 April 2020
Home » Politik » Nama Ahok tak masuk sebagai Capres potensial 2024

Nama Ahok tak masuk sebagai Capres potensial 2024

Mantan narapidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Detikcom)

Jakarta (Riaunews.com) – Nama mantan gubernur DKI Jakarta yang juga bekas narapidana atas kasus penista agama, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, tak ada dalam daftar semua kategori tokoh potensial pencalonan presiden (capres) untuk Pemilu 2024.

Jajak pendapat Indo Barometer tentang capres potensial dan terpopuler, menghasilkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebagai kandidat yang paling menantang dalam Pilpres 2024.

Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, jajak pendapat yang ia lakukan berlangsung pada 9 sampai 15 Januari 2020. Jumlah respondennya, mencapai 1.200 orang di atas usia 17 tahun di 34 Provinsi Indonesia. Tingkat kepercayaan jajak pendapat, kata Qodari, mencapai 95 persen, dengan batas kesalahan, 2,83 persen.

Hasilnya, kata dia, ada 20 nama capres dari hasil pertanyaan terbuka, dan 22 nama capres dari pertanyaan tertutup.

“Yang saya cari namanya di sini, tetapi ternyata nggak ada. Saya mencari nama Ahok. Ternyata tidak ada,” kata Qodari, saat menyampaikan hasil jajak pendapat Indo Barometer, di Jakarta, Ahad (23/2/2020), dilansir Republika.

Qodari mengatakan, tim memberikan pertanyaan terbuka tentang siapa capres pilihan responden jika pilpres digelar saat ini.

Pertanyaan terbuka, jelas Qodari, memberikan kebebasan para responden untuk menuliskan sendiri satu capres pilihannya.

“Istilahnya top of mind. Untuk mengetahui isi kepala masyrakat, dan mengidentifikasi kalau ada nama yang tidak terdeteksi, tetapi namanya beredar di masyrakat,” terang Qodari.

Hasilnya, kata dia, masih menyebutkan Jokowi sebagai kandidat terkuat dengan keterpilihan mencapai 29,4 persen. Adapun Prabowo, di angka keterpilihan 17,1 persen, dan Anies Baswedan, di angka elektabilitas 9,8 persen.

Sedangkan 17 capres lainnya, ada Sandiaga Salahudin Uno (6,5 persen), Ganjar Pranowo (4,4), Agus Harimurty Yudhoyono (4,3), Tri Rismaharini (3,2), Ridwan Kamil (2,4), Khofifah Indar Parawansa (2,3), dan Erick Thohir (1,4).

Capres terpilih lainnya, dengan tingkat keterpilihan nol koma. Seperti Puan Maharani, Nurdin Abdullah, Mahfud MD, Prananda Prabowo, Budi Gunawan, Airlangga Hartanto, Zulkifli Hasan, Tito Karnavian, dan Muhaimin Iskandar, serta Bambang Soesatyo. Dalam pertanyaan terbuka itu, sekitar 8,8 persen responden belum memutuskan, dan 4,8 persen tidak menjawab.

“Ternyata tidak ada nama Ahok. Mohon maaf,” kata Qodari. Sedangkan dalam pertanyaan tertutup, pun nama Ahok tak ditemukan.

Pertanyaan tertutup, Qodari menerangkan, merupakan kuisioner tertulis kepada 1.200 responden, untuk memilih para capres dari nama-nama yang tersari dari daftar capres pertanyaan terbuka.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan