Selasa , 7 Juli 2020
Home » Politik » Survei kepuasan terhadap Ma’ruf rendah, Fahri Hamzah: Wajar, dia hanya simbolik

Survei kepuasan terhadap Ma’ruf rendah, Fahri Hamzah: Wajar, dia hanya simbolik

Fahri Hamzah.

Jakarta (Riaunews.com) – Hasil survei yang dipublikasi Indo Barometer baru-baru ini tentang kepuasan publik atas kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin, cukup membuat banyak wacana di dalam negeri.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menganggap wajar jika kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin dianggap kurang memuaskan publik.

Dilansir CNN Indonesia, menurut Fahri, kinerja Ma’ruf tidak bisa dibandingkan dengan pendahulunya Jusuf Kalla (JK), karena Ma’ruf ditugaskan untuk menjaga simbol partisipasi kelompok Islam di dalam pemerintahan.

“Saya kira tugas Ma’ruf itu menurut saya ya beda dengan tugas JK. Tugas JK mau involved ke manajemen. Tugas Ma’ruf itu simbolik saja, jadi dia menjaga simbol partisipasi kelompok Islam di dalam pemerintahan dan itu yang harus beliau jaga,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu di kawasan Senayan Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurutnya pula, hasil survei tersebut tidak terlalu penting dan tidak dibutuhkan Ma’ruf. Sebab, tugas wapres hanya sebagai simbol dan pengganti presiden.

“Memang tupoksi Wapres itu di dalam demokrasi dalam tradisi kita hanya ban serep, dia hanya fungsional kalau difungsikan. Kalau tidak difungsikan dia simbolik saja,” katanya.

Meski begitu, Fahri menyarankan Ma’ruf lebih berperan lebih netral dan membawa pesan rekonsiliasi kepada semua pihak. Ia juga meminta Ma’ruf tidak perlu terlibat dalam urusan teknis atau perdebatan politik.

“Dia kuat sekali dan kekuatannya itu bisa membuat dia punya mainstream, karena itu menurut saya, saya mendorong Pak Ma’ruf itu membawa mainstream rekonsiliasi yang sudah dipidatokan Jokowi waktu pelantikan,” kata Fahri.

Sebelumnya, Survei Indo Barometer mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Ma’ruf rendah. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan hanya 49,6 persen responden yang menyatakan puas dengan kerja Ma’ruf. Sementara 37,5 persen responden menyatakan tidak puas.

“Untuk perbandingan, dalam survei Maret 2015, publik yang puas dengan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla 53,3 persen. Sementara yang tidak puas 38,8 persen,” kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Ahad (16/2).***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan