Minggu , 12 Juli 2020
Home » Hukum & Kriminal » Tak pandang bulu, Bupati Suyatno copot jabatan anaknya di Pemkab yang tersandung masalah hukum

Tak pandang bulu, Bupati Suyatno copot jabatan anaknya di Pemkab yang tersandung masalah hukum

Anak Bupati Rokan Hilir Suyatno, Arie Sumarna, yang jadi tersangka kasus penganiayaan. (Foto: Haluan Riau)

Bagansiapi-api (Riaunews.com) – Contoh pejabat yang beritegritas dan tidak pandang bulu diperlihatkan Bupati Rokan Hilir Suyatno.

Seperti diketahui, anak kandungnya Arie Sumarna saat ini sedang bermasalah dengan hukum, dan telah dijebloskan ke rumah tahanan oleh pihak kejaksaan.

Arie juga terancam kehilangan jabatannya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), dan itu atas permintaan langsung sang ayah, selaku Bupati Rohil.

“Kepada BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, red), saya perintahkan untuk memberhentikan dari jabatan yang diemban oleh anak saya tersebut. Agar yang bersangkutan bisa konsentrasi pada masalah yang menimpanya,” ujarnya.

Arie Sumarna saat ini telah menghuni sel tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan. Penahanan itu dilakukan usai proses tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polresta Pekanbaru kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia diduga melakukan pengeroyokan bersama dua orang rekannya, masing-masing berinisial A dan B. Ketiganya melakukan penganiayaan terhadap Asep Feriyanto (37) hingga tak sadarkan diri.

Aksi barbar itu terjadi di parkiran Hotel Mona Plaza, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru.

Pasca kejadian itu, Ari kemudian diamankan petugas dan telah menyandang status tersangka. Sementara dua rekannya melarikan diri dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bupati Suyatno secara pribadi sangat menyesalkan apa yang terjadi. Pada hari yang sama saat kejadian, dia telah mengutus perwakilan dari keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban di Pekanbaru.

Pada kesempatan itu, Suyatno menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi kepada keluarga korban, dan menyatakan bahwa proses hukum biarlah berjalan sebagaimana mestinya.

“Biarlah proses hukum ini berjalan sebagaimana mestinya, dan sebagai orang tua kami tetap mendoakan agar ke depan semuanya bisa lebih baik,” pungkas Suyatno.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan