Jumat , 3 April 2020
Home » Spesial Riau » Rokan Hulu » Unjuk rasa mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian nyaris ricuh

Unjuk rasa mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian nyaris ricuh

Mahasiswa UPP membakar ban bekas saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Rohul. (Foto: Cakaplah)

Pasirpengaraian (Riaunews.com) – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa (BEM) Universitas Pasir Pengaraian, Rabu (26/2/2020) nyaris ricuh.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPP tersebut terlibat aksi saling dorong dengan Satpol PP Rohul dan aparat Kepolisian di depan pagar kantor Bupati Rokan Hulu.

Dalam orasi mereka, mahasiswa menagih janji Bupati Rokan Hulu Sukiman saat dialog dengan Gerakan Mahasiswa Universitas Pasirpangeraian pada 1 Oktober 2018 silam.

Mereka juga menyindir Bupati Rohul Sukiman yang hanya sibuk wara-wiri ke desa-desa untuk berkampanye dibandingkan merealisasikan dan menepati janji.

“Kalau kinerja bapak bagus tak usah kampanye pun pasti akan dipilih masyarakat lagi, tapi bagaimana menilai kinerja bapak bagus sementara janji kepada mahasiswa saja tidak pernah ditepati,” kata orator mahasiswa.

Dilansir dari laman Cakaplah, adapun 8 janji Bupati Sukiman yang ditagih mahasiswa yaitu, 1. Mendesak Bupati Rokan Hulu untuk menindaklanjuti kekosongan jabatan Wakil Bupati Rokan Hulu dalam jangka waktu 1 bulan. 2. Mendesak Bupati Rokan Hulu merealisasikan visi dan misi tentang “Menata Kota, Membangun Desa”.

3. Mendesak Pemda untuk tidak arogan terhadap permasalahan ekonomi di Kabupaten Rokan Hulu. 4. Mendesak Pemda memprioritaskan pekerjaan untuk alumni UPP. 5. Mengutuk keras sikap pemda terhadap masyarakat KabupatenRokan Hulu.

6. Mendesak pemda untuk memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat. 7. Mendesak pemda Kabupaten Rohul untuk meningkatkan SDM melalui beasiswa mahasiswa berprestasi dan tidak mampu. 8. Normalisasi ekonomi rakyat lewat pemerintah daerah untuk pemerintah pusat.

Aksi saling dorong tersebut terjadi saat para mahasiswa dihadang pagar betis aparat saat hendak merangsek masuk ke halaman kantor bupati untuk menemui Bupati Rohul.

Karena tidak diizinkan masuk, ratusan mahasiswa ini kemudian melakukan orasi di luar pagar. Setelah cukup lama berorasi, mahasiswa yang kesal kemudian menumpahkan kekesalannya dengan membakar ban bekas.

Aksi tersebut kemudian dengan sigap dicegah petugas Satpol PP Rohul. Namun upaya petugas satpol PP ini menyulut emosi mahasiswa dan nyaris berubah benturan fisik.

Namun demikian, situasi tersebut dapat segera ditenangkan setelah Kasat Intelkam Polres Rohul dan Korlap Aksi menenangkan emosi mahasiswa. Tidak hanya itu, Asisten 1 Setda Rohul Muhamad Zaki juga “pasang badan” menenangkan para pengunjuk rasa.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan