Minggu , 12 Juli 2020
Home » Bisnis » 2019, PT BSP kantongi laba bersih Rp102 miliar

2019, PT BSP kantongi laba bersih Rp102 miliar


Pekanbaru (Riaunews.com) – PT Bumi Siak Pusako (BSP) telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2019 pada akhir Februari 2020.

Sekretaris Perusahaan PT BSP, Riki Hariansyah mengatakan, bahwa laporan keuangan PT BSP telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan, dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” sesuai dengan laporannya No.00093/2.1068/AU.1/02/0251-2/1/II/2020 tanggal 26 Februari 2020.

“Atas dasar telah selesainya audit oleh KAP tersebut, maka PT BSP melakukan RUPS tahun buku 2019 pada tanggal 28 Februari 2020 di Hotel Novotel Pekanbaru. Sehingga walaupun UU PT mengamanatkan paling lambat bulan Juni, tapi seperti tahun-tahun sebelumnya BSP selalu memenuhi target lebih awal,” kata Riki kepada media di Pekanbaru, Senin (2/3/2020).

Adapun dalam rapat RUPS ini sendiri, kemarin dihadiri oleh seluruh pemegang saham PT BSP, diantaranya Bupati Siak Alfedri selaku pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham 72,29 persen, Gubernur Riau Syamsuar dikuasakan oleh Plt Asisten III Syahrial Abdi dengan kepemilikan saham 18,07 persen, Bupati Kampar Catur Sugeng dengan kepemilikan saham 6,02 persen, Bupati Pelelawan di kuasakan oleh wakil Bupati Zardewan dengan kepemilikan saham 2,41 persen, dan Walikota Pekanbaru dikuasakan oleh Asisten III Bahruddin dengan kepemilikan saham 1,21 persen.

Pada tahun ini, Riki menjelaskan, bahwa PT BSP berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 7.278.599 dan ada penurunan dari tahun sebelumnya.

Penurunan karena beberapa hal, antara lain adanya penurunan produksi tahun 2018 sebesar 101 persen dan tahun 2019 sebesar 98 persen, akibat pengeboran 7 sumur tahun 2019 hanya bisa di realisasikan 4 sumur pada akhir tahun 2019. Selain itu tertunda karena belum selesainya perizinan amdal di Kementerian LHK, harga ICP yang turun rata-rata USD 68,20 perbarel tahun 2018 dan tahun 2019 USD 63, 10 perbarel

Meski demikian, lanjut Riki, secara umum operasi di BOB cukup baik dan lancar sehingga laba bersih yang dibukukan setara dengan Rp102.031.400.782.

Walau ada penurunan laba bersih, namun pembagian deviden yang telah ditetapkan oleh pemegang saham tercapai, seperti Siak menargetkan deviden Rp56 miliar dan deviden yang dibagikan sebesar Rp59,872 miliar. Sehingga ada kelebihan target PAD sebesar Rp3,872 miliar. Provinsi Riau menargetkan Rp13 miliar dan deviden yang dibagikan sebesar Rp14,968 miliar, ada kelebihan PAD sebesar Rp1,968 miliar, tentunya mengikut dengan pemegang saham lainnya melebihi target yang telah ditetapkan.

“Tentunya, manajemen BSP tidak akan cepat berpuas diri dengan target yang telah dicapai, dan berkomitmen akan terus berusaha meningkatkan laba bersih yang lebih baik pada tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan, bahwa usaha yang akan dilakukan Direksi ke depan adalah meningkatkan produksi di CPP Blok.

Ini dibuktikan pada tahun 2020 ini di mana PT BSP melakukan operasi eksklusif terhadap 18 sumur. Dua sumur eksplorasi dan 16 sumur development, yang mana Pertamina tidak ikut lagi membiayai sumur tersebut sebab akan berakhir kontrak bersama PT BSP pada tahun 2022 dan dilanjutkan dengan PT BSP secara sendiri 100 persen pada 2022-2042.

“Kegiatan operasi eksklusif PT BSP ini didasari dengan amandemen Joint Operating Agreement (JOA) terhadap pasal operasi eksklusif. PT BSP sangat optimis hasil pengeboran 18 sumur pada tahun ini akan berhasil dan tentunya akan menambah produksi 1000-2000 Bpod,” ujarnya.

“Tak lupa juga, kami ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, para karyawan BSP dan pekerja BOB khususnya para secondee BSP di BOB yang telah bekerja maksimal untuk terus berusaha mempertahankan kinerjanya, dan kita harapkan bisa meningkat ditahun yang akan datang,” ucapnya.***[RLS]

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan