Selasa , 7 Juli 2020
Home » Opini » Belajar dari Kejadian

Belajar dari Kejadian


Oleh: Helfizon Assyafei*

Kejadian itu di rumah yang terletak di kampung kami. Di Jl Ciptakarya Panam Pekanbaru. Seorang pria mengakhiri hidupnya dengan gantung diri (10/3/2020). Ia tidak terima diberhentikan dari pekerjaan dengan tuduhan mencuri. Sempat mengurung diri dua hari dan akhirnya..

Meski saya tak mengenal beliau, tapi saya ikut sedih. Sebab saya memahami diberhentikan dari pekerjaan bagi seorang lelaki yang punya tanggungjawab itu bukan perkara ringan. Apalagi ia punya 6 tanggungan anak-istri.

Diberhentkan saja sudah pukulan telak di tengah kenaikan harga-harga yang tak perduli ini. Ditambah pula ia berhenti karena tuduhan mencuri. Mungkin saja ia mencuri. Tapi mungkin juga tidak.

Jika benar ia mencuri, mungkin ia tidak senekad itu mengakhiri hidupnya. Pencuri biasanya cuek. Bisa jadi ia tidak mencuri tetapi jadi tertuduh mencuri misalnya. Atau baru sekali itu mencuri karena terpaksa misalnya. Ada banyak kemungkinan. Harga dirinya hancur sehancurnya dan lalu akhirnya salah langkah..

Di sinilah pentingnya iman dan ilmu. Di saat kita terpojok dalam kehidupan kita masih punya panduan sebelum mengambil tindakan yang salah seperti bunuh diri itu. Katakanlah kita dipecat misalnya.

Ilmu mengajarkan kita bila satu pintu rezeki ditutup orang, Tuhan akan buka pintu lainnya untuk kita. Jadi ilmu mengajar kita untuk tidak pernah dan tidak boleh berputus asa. Selagi kita hidup rezeki pasti ada.

Kalau kita dituduh mencuri padahal tidak mencuri, maka kita tahu itu dulu sudah pernah terjadi. Ketika Nabi Yusuf dituduh berzina dengan Zulaiha padahal tidak berzina. Tapi Nabi Yusuf tetap dihukum demi selamatkan muka penguasa waktu itu.

Artinya tuduhan tidak selalu benar meski hukum berpihak pada tuduhan itu. Nabi Yusuf tidak putus asa meski semua orang mencibirnya. Itu karena ia tahu Yang Maha Benar tahu kejadian sebenarnya.

Benar ungkapan bijak ini; Jika warisan yang kita terima harta, maka kitalah yang harus menjaganya. Jika warisan yang kita terima adalah ilmu, maka ilmu lah yang menjaga kita. Harta bila diberikan akan berkurang. Sedang ilmu jika diberikan malah semakin bertambah.

Harta penting. Tapi ilmu lebih penting. Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. (Surah al-Mujadalah/58: 11)***

 

Penulis merupakan wartawan senior.
Tulisan ini sudah dimuat dilaman facebook.com/helfizon.assyafei.9

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan