Minggu , 12 Juli 2020
Home » Kesehatan » Chloroquine merupakan obat keras, Jubir corona: Masyarakat jangan berbondong-bondong beli

Chloroquine merupakan obat keras, Jubir corona: Masyarakat jangan berbondong-bondong beli

Chloroquine produksi Kimia Farma.

Jakarta (Riaunews.com) – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, Achmad Yurianto mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memburu Chloroquine, yang diyakini Presiden Joko Widodo dapat menyembuhkan penyakit akibat inveksi virus Corona (Covid-19).

Dikatakan Yuri, obat tersebut merupakan obat penyembuhan, bukan obat pencegahan dan termasuk dalam golongan obat keras.

“Obat yang akan kita datangkan, satu obat yang akrab kita ketahui namanya Chloroquine, sekali lagi Chloroquine obat digunakan untuk penyembuhan dan bukan untuk pencegahan. Untuk itu masyarakat tidak perlu menyimpan Chloroquine. Membeli Chloroquine dan menyimpannya,” ucap Yuri, dalam konferensi pers, Sabtu (21/3/2020).

Menurut Yuri, masyarakat tidak boleh asal membeli obat Chloroquine.

“Ingat, chloroquine adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter,” kata Yuri.

Yuri mengakui masih ada kesalahpahaman masyarakat terhadap obat tersebut. Maka, dia berpesan kepada masyarakat untuk tidak membeli Chloroquine.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam jumpa pers pada Jumat (20/3) sore menjelaskan pemerintah akan menggunakan obat Chloroquine dan Avigan untuk menghadapi virus Corona.

Namun, sebagaimana dilansir Detikcom, Chloroquine dan beberapa obat lain masih dalam tahap uji klinis dan masih perlu persetujuan dari otoritas kesehatan dunia sebelum menjadi obat resmi Covid-19.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan