Jumat , September 17 2021

Dituduh mencuri kompor, remaja 14 tahun dikeroyok dan dibakar massa

LPAI Riau saat menjenguk korban dibakar oleh massa. (Foto: Cakaplah)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Tim Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru menindaklanjuti atas laporan adanya seorang anak dibawah umur mengalami luka bakar serius akibat persekusi atau penganiayaan oleh 10 orang pemuda di kilometer 74 Dusun Gunung Makmur Desa Ranto Kasih Kecamatan Sungai Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.

Dilansir laman Cakaplah, Jumat (13/3/2020), peristiwa pembakaran anak dibawah umur ini dipicu adanya laporan warga yang mengatakan korban mencuri kompor gas di sebuah warung yang tidak jauh dari rumahnya.

Dari keterangan ibu korban Sarmauli Br Nainggoalan anaknya yang masih berusia 14 tahun ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi terbakar, saat ia pulang dari berkebun pada tanggal 9 Maret 2020 lalu.

“Ya tadinya kata anak saya ini dia disuruh mencari kompor, kompor gas, setelah dapat malah anak saya dilaporkan mencuri sama orang yang menyuruhnya. Karena di dengar oleh warga sekitar mereka emosi dan memukuli anak saya dan menyiramkan bensin serta ban ke arah anak saya. Ya anak saya dituduh mencuri lalu dipaksa mengaku dan dibakar mereka. Anak saya sehari harinya bantu-bantu di bengkel tambal tempat dia terbakar, dia sudah satu tahun tidak sekolah,” ujar ibu korban.

Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Pasien kita terima korban pada Senin lalu korban mengalami luka bakar serius 50 persen beresiko tinggi di sekujur tubuh. Kondisi gawat daruratnya sudah teratasi, saat ini korban mulai stabil dalam kondisi sadar dan mengeluh sakit di bagian perutnya, usianya 14 tahun setelah kondisinya membaik kita akan lakukan tindakan debidemen untuk membersihkan,” kata Difa Azma dokter umum Rumah Sakit Selasih, Pelalawan.

Atas kasus main hakim sendiri dan yang menjadi korban adalah anak yang masih di bawah umur, Tim Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Riau akan mendampingi penyelesaian proses hukum yang terjadi pada korban.

“Kami lembaga Perlindungan Anak Indonesia Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru dan bersama tim sangat prihatin ya dengan keadaan seperti ini, kondisi anak kita ini. Apapun terjadi pada anak kejadian terberat baik dilakukan pelaku terjadi secara berat janganlah dilakukan secara hukum rimba, sebaiknya menggunakan hukum yang ada dan tetaplah menggunakan sistem perlindungana pada anak, kami sangat kecewa,” kata Esters Yulia ketua LPAI Provinsi Riau.

Dengan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan tempat korban dirawat, Tim LPA meminta keterangan langsung kepada kedua orang tua korban.

Sementara itu kasus persekusi atas tuduhan pencurian yang dilakukakan anak dibawah umur ini telah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polisi Sektor Kampar Kiri Hilir Riau.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: