Sabtu , Juli 31 2021

IPO: Kian nyata Jokowi mengistimewakan Ahok

Presiden Joko Widodo dan mantan napi kasus penistaan agama, Ahok.

Jakarta (Riaunews.com) – Presiden Joko Widodo dianggap terlalu memaksakan kehendak lantaran mencalonkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Kepala Otoritas Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Bahkan, dicalonkannya Ahok pada posisi strategis tersebut dinilai semakin menunjukkan adanya upaya mengistimewakan Ahok oleh Presiden Jokowi.

“Ada semacam memaksa kehendak presiden menempatkan BTP, terlihat benar ada upaya mengistimewakan BTP, sehingga ia ditempatkan pada posisi strategis dan vital,” ucap Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/3/2020).

Seharusnya kata Dedi, Presiden Jokowi memilih tokoh yang memiliki kapasitas tanpa adanya kontroversi di tengah-tengah masyarakat seperti sosok Ahok.

“Ini bisa memicu penolakan, badan otoritas IKN, terlebih ini megaproyek, sebaiknya dipimpin tokoh dengan kapasitas sekaligus tidak kontroversial, agar proses pembangunan tidak alami kendala berupa kegaduhan publik,” jelas Dedi.

Seperti diketahui, Ahok –mantan Gubernur DKI Jakarta– adalah seorang mantan narapidana kasus penistaan agama, dan dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun.

Begitu bebas, Ahok masuk ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan kini didapuk Jokowi menjadi Komisaris PT Pertamina (Persero).

 

Ngabalin heran ada yang tolak Ahok
Pro kontra masuknya nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai kandidat calon Kepala Bidang Otoritas Ibukota Negara (IKN) membuat pihak istana heran.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, siapapu memiliki hak untuk menduduki posisi di pemerintahan.

“Anak-anak negeri yang punya prestasi (berhak menjadi Kepala Otoritas IKN),” kata Ali Mochtar Ngabalin di Upnormal Coffee Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Ahad (8/3).

Pun demikian dengan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Selagi Ahok memiliki leadership, managerial dan semangat kerja yang bagus, jelas Ngabalin, hal itu tak menjadi masalah.

Oleh karenanya, ia tak habis pikir dengan pihak-pihak yang menentang Ahok saat disinggung Presiden Joko Widodo menjadi salah satu kandidat Kepala Otoritas IKN.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: