Meski Sudah Menjadi Ketua Golkar Riau, PAN Tetap Mendukung Syamsuar

Wakil Ketua DPW PAN Riau, H Zulfi Mursal SH.

PEKANBARU (RiauNews.com)- Musda DPD I Partai Golkar Riau, telah menetapkan Syamsuar sebagai ketua secara aklamasi dengan berbagai drama yang terjadi menjelang Musda tersebut. Meskipun PAN telah menerima Syamsuar sebagai anggota saat Syamsuar maju menjadi Calon Gubernur Riau beberapa waktu lalu, namun PAN tidak berkecil hati ketika Syamsuar lebih memilih partai Golkar daripada PAN.

Hal ini ditegaskan oleh wakil ketua DPW PAN Riau, H Zulfi Mursal SH, menurutnya PAN berpuas hati dengan hasil tersebut bahwa kader PAN yang diwakafkan ke golkar berhasil menjadi pimpinan tertinggi di partai berlambang pohon beringin tersebut.

” PAN sangat bahagia dengan hasil itu, dan akan tetap “istiqomah” mendukung Syamsuar sebagai Gubernur Riau, dan akan tetap “mengawal” setiap kebijakan beliau demi kemajuan masyarakat Riau dan untuk Riau yang lebih baik,” kata Ketua Fraksi PAN Riau.

Bahkan kata mantan ketua DPRD Riau ini jika kepemimpinan Syamsuar diperiode ini mampu membawa Riau lebih kedepan, PAN akan siap mendukung beliau kembali untuk periode kedua meskipun Golkar sendiri belum tentu mendukung beliau.

” Sikap PAN ini tidaklah aneh, karena sejak awal menjadi Bupati Kabupaten Siak periode pertamapun PAN yg mengantarkan beliau, dan seperti halnya sa’at ini, syamsuar menjadi Ketua Golkar Kabupaten Siak, dan ketika maju di Pilbup untuk kedua-kalinya di Siak, Golkar tak mendukung beliau, PAN kembali tampil menjadi perahu utama dan menggerakkan seluruh potensi PAN di Kab Siak memenangkan beliau, hingga akhirnya terpilih kembali sebagai Bupati Siak Periode ke2,” jelasnya.
.
Dikatakan Zulfi kembali ketika maju di Pilgubri untuk pertama kali, PAN mengusung Syamsuar sebagai perahu utama, sedangkan Golkar tidak mendukung m, maka jadilah Syamsuar Gubernur Riau sekarang.

Dilihat dari hal-hal tersebut, tentu Syamsuar adalah kader murni PAN karena yang menggembleng dan menggodok beliau menjadi Bupati Siak dan Gubernur Riau adalah PAN.

” PAN patut berbangga hati meskipun beliau tidak menjadi ketua PAN, itulah misi PAN melahirkan para pemimpin negeri dan rela jika setelah jadi pemimpin negeri, direkrut ( diambil) oleh partai lain. PAN tak akan “sakit” bahkan semakin untuk itu sekali lagi PAN tetap “istiqomah” mendukung beliau,” imbuhnya. Tien

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: