Rabu , Oktober 20 2021

Papua kembali rusuh, Kantor Bupati Waropen dibakar massa

Massa membakar Kantor Bupati Waropen. (Foto: Okezone)

Waropen (Riaunews.com) – Massa merusak dan membakar kantor bupati dan beberapa instansi lainnya di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua. Aksi perusakan diduga bentuk protes atas penetapan Bupati Waropen Yeremias Buinei sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi Rp19 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Papua.

Dilansir Okezone.com, aparat keamanan yang tiba di lokasi kejadian berusaha menghalau massa yang anarkis dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Hingga siang ini, aparat TNI-Polri melakukan penjagaan pada sejumlah titik di Kota Waropen.

Kapolres Waropen AKBP Suhadak menjelaskan sebanyak 100 anggota polisi diturunkan sejak malam kemarin. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tak ada korban jiwa dalam kejadian pagi tadi. Sejumlah kantor pemerintahan dibakar dan dirusak massa,” ujarnya, Jumat (6/3/2020).

Suhadak menyebutkan, sejumlah perkantoran rusak, hingga ada aksi pembakaran. Namun, belum diketahui total kerugian akibat aksi perusakan yang dilakukan massa.

“Banyak kaca perkantoran yang pecah, pintu-pintu perkantoran. Awalnya massa membakar kantor bupati dan merambat hingga ke kantor lainnya, termasuk kantor kas dan keuangan daerah,” ujarnya.

Polisi juga belum menangkap pelaku perusakan kantor pemerintahan itu. Meski, sejumlah nama pelaku utama dari aksi anarkis tersebut telah dikantongi.

“Kami sudah kantongi siapa saja yang terlibat, namun belum menetapkan pelaku utama untuk aksi perusakan itu,” tuturnya.

Salah seorang warga Waropen, yang enggan namanya disebutkan mengungkapkan, aksi massa terjadi sejak subuh tadi.

“Sekitar pukul 05.00 WIT atau pukul 06.00 WIT, orang-orang teriak, kami disuruh lari, ada kelompok massa mengamuk dan bawa senjata tajam,” kata warga waropen tersebut.

Saat kejadian, dia melihat kelompok massa itu berlarian ke arah kantor bupati dengan membawa panah dan alat tajam lainnya. “Saya dengar polisi sudah banyak di atas (kompleks perkantoran). Jadi, sementara ini aktivitas kami di rumah saja,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan situasi di Kabupaten Waropen berangsur kondusif. Namun, aparat gabungan TNI-Polri sebanyak ratusan personel telah diturunkan untuk mengantisipasi adanya kericuhan susulan.

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: