Rabu , Oktober 27 2021

Bandara Sultan Syarif Kasim II kurangi jam oprasional selama PSBB

Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. (Foto: Skyscrapercity)

Pekanbaru (Riaunews.com) – PT Angkasa Pura II (Persero) memangkas operasional layanan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, hingga 4 jam.

Pemangkasan layanan dalam rangka penyesuaian pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di Kota Pekanbaru, demi menghentikan penyebaran virus corona di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut.

Eksekutif General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Yogi Prasetyo menerangkan dengan kebijakan tersebut, layanan operasional bandara yang semula dilakukan pukul 06.00 WIB-24.00 WIB berkurang menjadi hanya sampai pukul 20.00 WIB.

“Manajemen mendukung penuh pelaksanaan PSBB di Kota Pekanbaru dengan pengaturan teknis di bandara,” ujarnya, mengutip Antara, Senin (20/4/2020).

Selain kebijakan tersebut, pihaknya juga memperketat penggunaan sepeda motor di lingkungan bandara.

“Sesuai arahan Dinas Perhubungan Pekanbaru, pengguna sepeda motor di lingkungan Bandara Sultan Syarif Kasim II tidak diperbolehkan berboncengan,” tutur dia.

Sementara, untuk kendaraan roda empat, manajemen bandara meminta pengendara membatasi jumlah penumpang. Kendaraan dengan dua baris tempat duduk, maka maksimal jumlah penumpang dan pengemudi sebanyak tiga orang.

Lalu untuk kendaraan yang memiliki tiga baris tempat duduk, maka maksimal pengemudi dan penumpangnya adalah 4 orang.

Sementara itu, protokol kesehatan yang selama ini sudah dijalankan akan konsisten dilaksanakan, antara lain pengukuran suhu bagi penumpang yang akan berangkat, penerapan pembatasan sosial (social distancing) di area bandara dan penggunaan masker bagi orang yang beraktivitas di bandara.

“Pemeriksaan suhu serta pengisian HAC bagi penumpang yang tiba dan lain sebagainya sebagaimana protokol yg telah ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan,” jelas Yogi.

Kota Pekanbaru menerapkan PSBB mulai 17 April 2020. PSBB berlaku selama 14 hari ke depan. Tujuannya, untuk menekan penyebaran penyakit covid-19 karena Pekanbaru merupakan salah satu zona merah.

Pemerintah daerah bisa memperpanjang masa PSBB apabila tidak terjadi penurunan penularan virus corona.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: