Selasa , 7 Juli 2020
Home » Bisnis » Di Sumbar, 6.157 pekerja di PHK dampak dari corona, pengangguran auto-meningkat

Di Sumbar, 6.157 pekerja di PHK dampak dari corona, pengangguran auto-meningkat

Bisnis pariwisata salah satu yang paling terdampak akibat virus corona.

Padang (Riaunews.com) – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 6.551 pekerja terkena dampak virus corona (Covid-19).

Dari jumlah itu, 6.157 orang dirumahkan, sedangkan 398 orang dipecat. Kemudian, 2.000 lebih pekerja terdapat di Padang.

Kepala Disnakertrans Sumbar, Nasrizal, mengatakan data tersebut diperoleh sejak Ahad (5/4/2020). Data itu dilaporkan oleh perusahaan di Sumbar melalui internet ke situs yang disediakan Disnakertrans Sumbar.

Data itu akan bertambah sebab banyak perusahaan yang belum mengirimkan data. Hingga kini baru 1.257 perusahaan yang mengirimkan data, dari sekitar 3.800 perusahaan menengah dan besar di Sumbar.

“Pekerja yang dirumahkan dan di-PHK itu korban kebijakan perampingan pekerja oleh perusahaan yang melemah karena terkena dampak Covid-19. Mayoritas perusahaan bergerak pada bidang pariwisata, seperti hotel dan transportasi, serta retail,” ujarnya.

Setelah menerima data dari perusahaan, pihaknya mengirimkan data itu ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk diusulkan sebagai penerima Kartu Prakerja. Kementerian Ketenagakerjaan akan menyeleksi data itu untuk memilih pekerja yang layak atau tidak layak menerima Kartu Prakerja.

Keputusan untuk menetapkan layak atau tidak tersebut berada pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pekerja yang dinyatakan layak akan diterima jika mendaftar melalui internet di situs prakerja.id.

Kini pihaknya menunggu perusahaan melaporkan kesepakatan yang diambil oleh perusahaan dan pekerja mengenai kebijakan yang diambil perusahaan berdasarkan dampak yang ditimbulkan Covid-19. Nasrizal mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengeluarkan surat edaran pada Maret lalu yang isinya meminta perusahaan dan pekerja membuat kesepakatan untuk menyikapi dampak Covid-19 terhadap perusahaan.

Kesepakatan itu dapat berupa, antara lain, pengurangan jam kerja dan ada yang merumahkan pekerja dengan memberikan uang sangu.

“Kami sedang menunggu perusahaan melaporkan bukti kesepakatan yang diambil dengan pekerja,” ucapnya.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan