Ketua GP Ansor nilai posisi Stafsus Jokowi sarat konflik kepentingan

Staf khusus milenial Presiden Joko Widodo kini mendapat sorotan karena dianggap memanfaatkan kedekatan dengan penguasa untuk mendapatkan proyek. (Foto: Tirto)

Jakarta (Riaunews.com) – Keterlibatan Skill Academy by Ruangguru sebagai salah satu mitra pelatihan online mendapat sorotan dari Ketua Umum Pimpinan GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Sebab, salah satu pendiri perusahaan itu Adamas Belva Syah Devara menjabat sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, posisi Belva sebagai pendiri Ruangguru sekaligus pembantu Jokowi saat ini rawan memicu tumpang tindih kepentingan.

“Jika pelatihan online tetap dipaksakan, justru makin membenarkan dugaan publik tentang adanya konflik kepentingan,” ujar Gus Yaqut, Rabu (15/4/2020).

Pihaknya meminta agar pemerintah memutus kontrak kerja sama dengan sejumlah perusahaan mitra kartu prakerja. Menurutnya, anggaran dari program kartu prakerja ini lebih baik dialihkan untuk bantuan sosial.

“Sekali lagi, yang mendesak dibutuhkan rakyat saat ini bukan pelatihan online, tapi bantuan yang langsung bisa dirasakan langsung rakyat,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk program kartu prakerja. Dari total anggaran itu, biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana PMO Rp100 juta.

Pemerintah kemudian menunjuk delapan perusahaan sebagai mitra kartu prakerja, seperti Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.

Pemerintah menargetkan 5,6 juta orang menjadi penerima kartu prakerja. Mereka akan mendapatkan bantuan pelatihan Rp1 juta, penuntasan pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan 150 ribu untuk survei kebekerjaan.***

Tinggalkan Balasan