Selasa , 7 Juli 2020
Home » Sains dan Teknologi » Kronologi gagalnya Satelit Nusantara Dua mengorbit versi Kominfo

Kronologi gagalnya Satelit Nusantara Dua mengorbit versi Kominfo

Menkominfo Johnny G. Plate.

Jakarta (Riaunews.com) – Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan satelit Nusantara 2 gagal mengorbit karena roket peluncur mengalami masalah teknis. Dia mengaku kegagalan terjadi beberapa menit sebelum mengorbit.

“Peluncuran satelit Nusantara 2 mengalami beberapa kendala roket peluncur yang mengakibatkan tahap ketiga, beberapa menit sebelum memasuki orbit, satelit tersebut gagal, atau lose, atau hilang,” ujar Johnny dalam keterangan pers.

Dikutip Riaunews.com dari laman InfoKomputer, Johnny membeberkan satelit Nusantara 2 telah meluncur dengan aman dengan bantuan roket pendorong Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center (XSLC), China, Kamis (9/4/2020) pukul 19.46 waktu setempat.

Namun, Johnny mengatakan roket mengalami gangguan pada tahap ketiga jelang menuju orbit. Johnny menuturkan satelit Nusantara 2 rencananya ditempatkan di slot orbit 113 derajat Bujur Timur ke untuk menggantikan satelit Palapa D yang segera akan berakhir masa operasinya.

Johnny mengatakan satelit Palapa D saat ini sedang melayani 23 televisi dan 8 radio akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2020.

Satelit Nusantara 2, kata dia, merupakan hasil kerja sama Indosat Ooredoo dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

Johnny menyampaikan kelanjutan layanan satelit Palapa D tetap berlanjut hingga akhir masa operasi. Sejauh ini, pihaknya juga tengah menangani masalah regulasi satelit internasional ke International Telecommunication Union (ITU).

“Kemenkominfo bekerjasama dengan operator-operator satelit untuk memastikan bahwa layanan penyiaran televisi dan radio yang selama ini dilakukan oleh satelit palapa D akan tetap dijamin pemancarannya dan tetap memberikan layanan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Johnny mengklaim Kominfo akan menyampaikan pada forum ITU agar kegagalan peluncuran satelit Nusantara 2 tidak memberikan efek yang merugikan bagi penggunaan filing satelit Indonesia.

“Sehingga Indonesia dapat mempertahankan hak penggunaan satelit di slot orbit 113 Bujur Timur tersebut,” ujar Johnnya.

Johnny menambahkan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Indosat dan PT PSN untuk memastikan tidak ada interupsi pelayanan satelit kepada perusahaan-perusahaan atau lembaga penyiaran.

Indosat dan PSN, kata Johnny, akan mengambil langkah strategis agar pelayanan tetap terjaga dengan baik.

Salah satu alternatifnya, dia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri BUMN Eric Thohir untuk menggunakan satelit yang tersedia untuk memastikan layanan penyiaran terjaga dengan baik dalam waktu sementara.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan