Miris, 22 CS Kantor DPRD Siak diberhentikan tanpa sagu hati

Para petugas cleaning service di Kantor DPRD SIak diberhentikan tanpa ada sagu hati. (Foto: Cakaplah)

Siak (Riaunews.com) – Ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan maupun tambahan pendapatan akibat virus corona, sebanyak 22 orang tenaga kebersihan (cleaning service/CS) di Kantor DPRD Kabupaten Siak diberhentikan tanpa ada sagu hati.

Padahal tak sedikit dari mereka yang sudah bekerja di sana bekerja selama belasan tahun.

Dilansir laman Cakaplah, air mata Tengku Khairani (55) tak terbendung. Dia tidak tahu harus bagaimana menghidupi anak-anaknya ke depan setelah mengetahui dirinya dipecat tanpa ada sagu hati.

15 tahun ia habiskan waktunya untuk bekerja menjadi cleaning sevice di Kantor DPRD Siak demi mencukupi kehidupan sehari-hari.

“Saya sudah 15 tahun menjalani pekerjaan ini. Tapi tiba-tiba saya diberhentikan seperti ini,” ceritanya dengan air di kedua pipinya.

Khairani mengisahkan, pada Selasa (31/3/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, dia dan teman-temannya yang berjumlah 27 orang dipanggil ke ruangan di DPRD Siak. Selanjutnya diminta mengisi biodata yang berjumlah empat lembar.

Dua orang lelaki yang meminta mengisi itu mengatakan, 20 menit diberi waktu. Setelah itu langsung dikumpulkan. Hasilnya nanti dikabarkan hasilnya lewat ponsel.

“Hari ini, Rabu (1/4/2020) kenyataannya seperti ini. Saat pagi usai Salat Subuh datang ke DPRD Siak ini, sudah tidak ada kerjaan. Kami sudah digantikan orang lain,” ucapnya sambil menyeka butiran bening yang terus mengalir.

Dia menginginkan keadilan dan kejelasan. Dia kaget dibuang begitu saja oleh pihak DPRD Siak.

“Saya bekerja naik sepeda. Saat jalan masih semak. Sekarang jalan sudah bagus. Semua sudah terang. Kami diperlakukan seperti ini,” ucapnya.

Sementara ada teman Tengku Khairani yang menangis sambil sesenggukan mengatakan dia baru saja ketemu Bupati Siak Drs H Alfedri MSi di kediamannya.

“Saya langsung pegang kakinya. Saya ceritakan apa yang terjadi dan Bupati ikut menangis. Selanjutnya Bupati meminta saya bertemu Sekwan, karena sudah dihubungi Bupati. Makanya saya langsung datang ke sini. Ternyata Pak Sekwan tidak ada di tempat,” jelasnya masih dalam tangis.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: