Minggu , 7 Juni 2020
Home » Nasional » ‘Nasi Anjing’ yang dibagikan sekitar Masjid Babah Alun Tanjung Priok ternyata dibuat oleh Komunitas Kristiani

‘Nasi Anjing’ yang dibagikan sekitar Masjid Babah Alun Tanjung Priok ternyata dibuat oleh Komunitas Kristiani

‘Nasi Anjing’ membuat heboh warga di Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Indozone)

Jakarta (Riaunews.com) – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan bahwa pembagian makanan dengan label ‘Nasi Anjing’ yang dilakukan di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Ahad (26/4/2020) dini hari sempat meresahkan masyarakat.

“Pada saat tim Tiger Polrestro Jakut melaksanakan patroli, mendapat informasi dari warga Warakas, Tanjung Priok bahwa ada pembagian makanan siap santap kepada warga yang berlogo kepala anjing,” kata Yusri melalui keterangan resmi, Minggu (26/4).

Yusri menjelaskan, warga sekitar yang mendapatkan makanan itu pun merasa dilecehkan dengan bungkusan nasi dengan tulisan tersebut.

Para warga, kata Yusri, berasumsi bahwa isi makanan yang dibungkus itu pun adalah daging anjing yang diharamkan umat Islam.

“Serta kenapa warga umat muslim yang diberikan makanan anjing,” kata Yusri.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian pun mengusut temuan tersebut dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setidaknya, polisi memeriksa tiga orang saksi dan menyita sejumlah barang bukti guna mengetahui pengirim makanan siap saji itu.

“Akhirnya diketahui merupakan komunitas ibadah kristiani dengan nama ARK QAHAL berpusat di Jakarta Barat,” kata Yusri.

Setelah itu, pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan dan juga mengklarifikasi temuan tersebut kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

Dalam hal ini, aparat kepolisian juga melakukan pengujian terhadap sampel bahan makanan yang dibagikan oleh komunitas tersebut kepada warga di wilayah Tanjung Priok.

“Melakukan pemeriksaan laboratoris daging apa yang terdapat dalam bungkusan,” lanjut Yusri.***

User Rating: 3.79 ( 115 votes)

4 comments

  1. Meskipun halal saat diperiksa, nama yg sudah masok dlm kosakata itu gak baik buat nama makanan utk warga kususnya pemeluk muslim yg memang diharamkan dan rata2 org jijik memakannya. Itu pelecehan dilingkungan mayoritas, jgn sok2an dan provokasi.📢🇮🇩💂🇮🇩💂🇮🇩😬🇮🇩

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: