Sabtu , 6 Juni 2020
Home » Spesial Riau » Siak » Pemecatan 22 tenaga kebersihan, Kasubag Setwan: Digaji Rp1,1 juta kinerja mereka tak sesuai harapan

Pemecatan 22 tenaga kebersihan, Kasubag Setwan: Digaji Rp1,1 juta kinerja mereka tak sesuai harapan

Gedung DPRD Kabupaten Siak.

Siak (Riaunews.com) – Kasubag Rumah Tangga Setwan Siak Nanda Feri Yunizar mengatakan, pemberhentian terhadap 22 petugas kebersihan (cleaning service) bukan serta merta dilakukan.

Disebutkannya, sosialiasi sudah dilakukan sejak Desember 2019 tentang akan ada peralihan ke pihak ketiga atau outsourcing.

“Kami melakukan ini karena kinerja mereka sudah tidak sebagaimana diharapkan. Mereka petugas kebersihan, tapi lingkungan DPRD ini selalu mendapat sorotan karena kurang bersih,” kilah Nanda, sebagaimana dilansir laman Cakaplah, Rabu (1/4/2020).

Menurutnya, jika diingatkan memang tiga hari terlihat bersih, namun setelah itu kembali seperti semula. Jumlah mereka banyak, tapi hasil kerjanya tidak maksimal.

“Mereka kami gaji setiap bulannya Rp1,1 juta. Seharusnya mereka bisa menunjukkan kinerjanya sebelum kami beralih ke outsourcing,” sebut Nanda.

Ketika ditanya kepada Nanda berapa jumlah pekerja baru pengganti orang yang sudah lama mengabdi di DPRD itu. Menurut Nanda jumlahnya sama yaitu 27 orang. Jumlah itu belum masuk manajer dan pengawas lapangan.

Ditanya lebih jauh berapa DPRD menganggarkan untuk kebersihan DPRD Siak itu, sampai mengorbankan orang yang sudah belasan tahun. Nanda menyebutkan pihaknya menganggarkan Rp1 miliar setiap tahunnya.

Dapat dibayangkan untuk orang lama itu digaji Rp1,1 juta. Setahun DPRD hanya mengeluarkan Rp356 juta. Jika ditambah THR hanya Rp424 juta.

Dan lebih jauh ditanya kepada Nanda, apakah sagu hati dari DPRD atas apa yang mereka lakukan dan belasan tahun di DPRD Siak sudah seperti keluarga karena setiap hari jumpa.

“Tidak ada anggaran untuk itu. Dan semua selesai begitu saja tanpa ada sagu hati karena mereka tergantikan oleh orang baru,” katanya ringan.

Sementara itu, Ketua DPRD Siak saat ingin ditemui diruangannya untuk dikonfirmasi sedang tidak berada di ruangan kerjanya. Dikonfirmasi melalui via terlfon juga tidak diangkat.

Tidak jauh dari kerumunan ibu-ibu yang merasa terzalimi itu, ada sejumlah pemuda yang mengenakan pakaian hitam putih. Dan ternyata merekalah pengganti para ibu perintis itu.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan