Sabtu , 11 Juli 2020
Home » Spesial Riau » Pekanbaru » Pengurus masjid bingung bayar tagihan listrik karena corona

Pengurus masjid bingung bayar tagihan listrik karena corona

Masjid At Taqwa di kawasan Pasar Pusat, Pekanbaru.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ditutupnya masjid untuk shalat berjamaah guna meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19), kini malah membuat bingung para pengurus masjid.

Mereka mulai bingung mencari dana untuk membayar tagihan listrik masjid.

Dilansir Detikcom, pengurus Masjid At Taqwa di kawasan Pasar Pusat, Jalan Sudirman, Pekanbaru, mengaku bingung mencari dana untuk membayar tagihan listriknya. Pengurus masjid selama ini mendapatkan bantuan donasi dari para jemaah yang melaksanakan salat.

“Masjid kita sudah tidak melaksanakan salat berjemaah sejak wabah virus Corona ini. Satu sisi untuk dana operasional masjid kita hanya berharap sumbangan dari para jemaah,” kata pengurus Masjid At Taqwa Muhammadiyah, Pasar Pusat, Ismet Bakri, Rabu (8/4/2020).

Ismet menyebutkan Masjid At Taqwa ini berada di dalam kawasan pasar. Jadi, jemaah pun selalu banyak dari pengunjung pasar dan para pedagang.

Dengan penutupan masjid ini, katanya, donasi bantuan dari jemaah pun berhenti total. Satu sisi, setiap bulan biaya tagihan listrik minimal Rp 3,5 juta.

“Sekarang kami bingung, untuk membayar tagihan listrik dan dana operasional lainnya. Sebab, tak ada lagi para jemaah yang memberikan sumbangan di masjid kami sejak tutup,” kata Ismet.

Dia berharap Pemkot Pekanbaru dapat mencarikan solusi terkait keterbatasan dana tersebut.

“Bukan masjid di tempat kami saja, sebagai masjid mengalami hal yang sama sejak tidak ada pelaksanaan salat berjemaah,” tutur Ismet.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan