Sabtu , 11 Juli 2020
Home » Nasional » Warganet nilai Jokowi plin-plan

Warganet nilai Jokowi plin-plan

Presiden Joko Widodo.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Presiden Joko Widodo pada Kamis (2/4/2020), mengumumkan bahwa pemerintah pusat tidak akan melarang masyarakat untuk melakukan mudik saat lebaran, namun dengan syarat saat tiba di kampung halaman harus melakukan isolasi mandiri.

Keputusan Jokowi ini terang saja membuat bingung masyarakat, sebab hanya berselang tiga hari sebelumnya dia mengatakan bahwa pada mudik lebaran nanti berisiko memperluas sebaran virus corona (Covid-19).

Kebijakan kepala negara yang terkesan plin-plan antara perkataan dengan perbuatan tentu saja membuat geram warganet.

Melalui media sosial Twitter, uneg-uneg tersebut kemudian ditumpahkan.

“Sebelum dan sesudah ketemu Lord Luhut. Kayaknya. :p,” cuit @awemany, sembari melampirkan tangkapan layar dua berita media online Jokowi tentang mudik lebaran.

Sementara warganet Datuk Tamburin lewat akun @D4tuk_T4mburin menyindir dengan kata-kata “SUMPEH PEMILU KEMAREN GUE GA MILIH DIE✌” sembari melampirkan berita pernyataan Jokowi yang bertolak-belakang.

Adapun alasan Jokowi tidak melarang masyarakat melakukan mudik dijelaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Pertimbangan utama bahwa orang kalau dilarang tetap mudik saja,” kata Luhut usai ratas mengenai persiapan menghadapi ramadan dan Idul Fitri 1441 H/2020 secara virtual, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Sebelumnya Jokowi dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri membahas antisipasi mudik lebaran 2020, melalui video converence, Senin (30/3/2020), mengatakan bahwa mobilitas selama mudik sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19.

“Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, adanya mobilitas orang yang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19,” kata Jokowi dalam pengantar pembuka .

Jokowi mengatakan pada arus mudik 2019, tercatat pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia. Ia menegaskan angka ini sangat besar dan berpotensi memperluas sebaran virus ini. Khususnya, dari wilayah Jabodetabek ke wilayah Indonesia lain.

Jokowi menegaskan bahwa pembatasan mudik Lebaran 2020 harus dilakukan untuk mencegah meluasnya virus Corona. Ia mengatakan hal ini yang menjadi fokus utama dalam rapat terbatas.

“Fokus kita saat ini adalah mencegah meluasnya Covid-19. Dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain,” kata Jokowi.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan