April, pasar mobil Indonesia anjlok hingga 90 persen

Salah satu showroom Agung Toyota di Jalan SM Amin, Pekanbaru.

Jakarta (Riaunews.com) – Penjualan mobil di Indonesia periode April 2020 turun signifikan dibandingkan Maret. Hal ini sesuai prediksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mengatakan kondisi pada April bakalan lebih parah ketimbang Maret.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan penjualan ritel (dealer ke konsumen) pada April turun menjadi sekitar 25 ribu unit. Itu turun jauh dari Maret yang masih bisa mencapai 60.447 unit.

“Ritel hanya 25 ribu unit, padahal kalau normal itu bisa 80 ribuan unit,” kata Nangoi melalui telepon, Selasa (12/5/2020).

Dikutip CNN Indonesia, Nangoi mengatakan catatan wholesales (penjualan produsen ke dealer) pada April lebih buruk ketimbang ritel. Menurut dia wholesales April jatuh sekitar 90 persen menjadi 8.000-an unit, sementara pada Maret 76.800 unit.

“Wholesales lebih hancur lagi, tinggal 8.000 unit,” kata dia.

Nangoi mengatakan jumlah wholesales turun karena banyak pabrik menghentikan sementara operasionalnya terkait wabah virus corona (Covid-19) dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu dia juga bilang stok kendaraan di jaringan dealer sedang menumpuk karena ritel menciut sebab itu banyak merek memilih tidak menambahnya.

“Ya itu karena pabrik berhenti, dealer stok juga masih banyak jadi otomatis wholesales turun 90 persen kira-kira,” kata Nangoi.

Mayoritas ritel disebut Nangoi berasal dari daerah di luar kota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang memiliki catatan kecil kasus Covid-19 dan tidak menerapkan PSBB.

“Dan penjualan sekarang ini sesuai dengan prediksi kami, empat bulan yaitu April, Mei, Juni, dan Juli, pasar otomotif drop,” kata Nangoi.

Nangoi juga sempat mengatakan tunjangan hari raya (THR) pada April dirasa tidak akan membantu banyak pemulihan kondisi penjualan dalam negeri.

Salah satu anggota Gaikindo, Honda Prospect Motor (HPM), telah mengakui penjualannya kandas pada April. Angka retail Honda turun menjadi hanya 1.855 unit sementara pada Maret mencapai 10.687 unit.

“Seperti kita ketahui aktivitas konsumen terbatas selama pandemi, jadi ya begitu pencapaian kami,” kata Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy dalam sesi wawancara online, Jumat (8/5). ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: