Minggu , 7 Juni 2020
Home » Nasional » Dewan minta aparat tak bubarkan Salat Id yang digelar masyarakat

Dewan minta aparat tak bubarkan Salat Id yang digelar masyarakat

Pemerintah Provinsi Riau biasanya memusatkan shalat Ied di lapangan Masjid Raya An Nur Pekanbaru.

Jakarta (Riauenws.com) – Ketua Komisi VIII Yandri Susanto meminta aparat pemerintahan dan keamanan untuk tidak membubarkan salat Idul Fitri (Id) di daerah yang masuk zona aman dari Covid-19.

“Agar tidak dibubarkan polisi/TNI, camat, RT, RW, kepala desa, bupati, gubernur,” kata Yandri dalam telekonferensi sidang isbat bersama Kementerian Agama, Jumat (22/5/2020).

Baca: Catat, MUI tak melarang shalat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan

Menurut dia, jika suatu Salat Id sudah diselenggarakan kemudian dibubarkan begitu saja tentu akan memicu persoalan lain bahkan memicu hal tidak kondusif. Dia mengatakan ada kecenderungan ibadah melibatkan banyak massa tetap dilakukan umat Islam semasa Ramadan. Bukan tidak mungkin hal itu juga akan dilakukan oleh umat saat Salat Id.

Dalam mengatasi hal itu, Yandri mendorong para pemangku kepentingan agar mengedepankan dialog daripada tindakan represif.

Apabila tidak mengedepankan pendekatan dialogis, kata dia, dapat muncul penanda-penanda ketidakadilan seiring tekanan di rumah ibadah sementara kegiatan massa mal dan pasar jelang Lebaran justru penuh sesak dan tidak ditindak.

Baca: Sidang Isbat tetapkan Idul Fitri jatuh pada Ahad, 24 Mei 2020

“Jika nanti 1 Syawal ada warga, umat kita yang tetap di masjid atau lapangan agar tidak ada tindakan represif atau pembubaran. Karena harus ada dialog yang bagus,” katanya.

“Ada keluhan mal buka jam 11 pagi tutup 10 malam tidak dibubarkan, pasar penuh dibiarkan. Corona adalah musuh bersama. Ini agar ada ketegasan pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19,” kata dia.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan