Empat tersangka sindikat pengedar uang palsu disikat habis bayar makan

Polisi menangkap pengedar uang palsu yang meresahkan masyarakat. (Foto: Detikcom)

Garut (Riaunews.com) – Aparat kepolisan dari Polsek Cisompet, Kabupaten Garut Jawa Barat, berhasil menyikat empat orang yang diduga sebagai pengedar uang palsu, Selasa (26/5/2020), masing-masing berinisial IR (50), Hi (50), Jo (55), serta HG (36).

Kapolsek Cisompet, Iptu Hilman Nugraha mengatakan pihaknya mendapat informasi ada empat orang yang mengendarai kendaraan roda empat nomor polisi Z 1426 MF. Mereka dilaporkan membayar makan dengan menggunakan uang palsu oleh pemilik rumah makan di Kecamatan Cikajang Garut.

Lalu, petugas check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menemukan kendaraan tersebut dan anggota polisi membuntutinya.

Baca: Polisi gagalkan peredaran Rp2,9 Miliar uang palsu

“Keempatnya berhenti di tempat jasa transaksi pengiriman uang (BRI Link). Saat itu anggota polisi menyergap keempat orang tersebut,” ujar Hilman, sebagaimana dilansir Vivanews, Rabu (27/5/2020).

Diduga, keempat pelaku merupakan sindikat pengedar uang palsu dengan sasaran jasa transfer uang. Dalam modusnya, mereka berpura-pura mentransfer uang dengan menggunakan uang palsu ke nomor rekening yang mereka miliki.

Dari tangan pelaku petugas menyita uang palsu pecahan Rp100ribu sebanyak 64 lembar dan uang asli sebesar Rp4.147.800,-.

Baca: Pengadilan Negeri Bengkalis vonis mati bandar 55 Kg sabu

“Uangnya diduga palsu dan saat dicoba dimasukan ke dalam mesin penghitung uang, mesin tersebut berbunyi dan uang keluar kembali,” jelas Hilman.

Lanjut Hilman, Selain uang palsu dan asli, pihaknya juga menyita satu unit mobil, enam buah telepon genggam berbagai merek, buku tabungan Simpedes BRI. Lalu, diamankan juga 1 buah buku tabungan BCA, 1 buah buku tabungan BNI, 6 buah kartu ATM BRI, BCA, BNI dan Mandiri.

Sementara, untuk proses lebih lanjut pihaknya melimpahkan kasus tersebut ke Polsek Cikajang.

Baca: Polda Riau ungkap kasus perdagangan kulit dan organ Harimau Sumatera

“Karena awal laporan di rumah makan di Cikajang untuk proses berikutnya di Polsek Cikajang. Kami dalam hal ini membantu dalam penangkapan para pelaku,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: