Jika terbukti, Wali Kota akan nonaktifkan oknum Camat yang dilaporkan atas tindakan asusila

Firdaus
Wali Kota Pekanbaru, Firdaus.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Oknum camat di Kota Pekanbaru dilaporkan atas tuduhan asusila. Laporan itu sudah diketahui Walikota Pekanbaru Firdaus Ia sudah mendapat surat tembusan dari pihak kepolisian.

“Sudah kita terima suratnya, surat itu baru masuk,” kata Walikota Pekanbaru Firdaus, Selasa (5/5/2020).

Kata Walikota, akan ada tim yang turun untuk menelusuri dugaan pelecehan yang dilakukan oknum camat itu. Pemko Pekanbaru ingin memastikan kebenaran dari laporan tersebut.

“Inspektorat akan menelusuri kebenaran laporan ini nanti. Supaya informasinya tidak sepihak,” jelasnya.

Ia menegaskan, laporan tersebut bakal jadi atensi bila terbukti oknum camat itu melakukan dugaan asusila. Ada rencana menonaktifkan yang bersangkutan jika kasusnya mengganggu kinerja layanan di kantor camat.

“Apalagi saat ini sedang dalam kondisi darurat. Maka kita akan tunjuk Plt atau non aktifkan sementara,” jelasnya.

Dilansir laman Cakaplah, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, M Noer MBS menyebut, pihaknya sudah mendisposisi surat laporan itu kepada Asisten I Setdako Pekanbaru dan Inspektorat Kota Pekanbaru. Mereka nantinya bisa menelusuri laporan yang disampaikan pengacara korban.

“Kita minta ditelusuri, karena bisa saja informasi sepihak. Kita harus ada informasi seimbang,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan sejumlah media online, oknum camat di Kota Pekanbaru berinisial AS dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Ia dilaporkan atas dugaan tindak pidana bermuatan melanggar kesusilaan terhadap seorang warga Rumbai.

Korban berinisial CGP, bersama kuasa hukumnya Muhajirin, mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau guna melaporkan kejadian yang dialaminya.

Disampaikan Muhajirin, kejadian tersebut berawal ketika CGP bekerja untuk AS. Setelah lama bekerja, tepatnya pada 5 Maret 2020, korban mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari AS.

“Kejadian itu di rumah AS di kawasan Tenayan Raya,” sebut Muhajirin, Jumat (1/5/2020).

“Kami sudah menyerahkan barang bukti satu flashdisk berisikan rekaman video itu, serta keterangan klien kami juga sudah diambil,” sambungnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: