Selasa , Oktober 20 2020
Home / Nasional / Pedagang ngotot buka lapak meski objek wisata di Pariaman ditutup

Pedagang ngotot buka lapak meski objek wisata di Pariaman ditutup

Pantai Gondoriah salah satu tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi warga saat libur lebaran, namun tidak di masa pandemi Covid-19 saat ini. (Foto: Ayokepariaman.id)

Pariaman (Riaunews.com) – Objek wisata pantai Kota Pariaman, Sumatera Barat ditutup imbas wabah Covid-19. Namun, puluhan pedagang ngotot membuka lapaknya dan tetap berharap adanya wisatawan yang berkunjung untuk mengisi liburan lebaran.

“Yang dilarang berdagang di sini kan pedagang musiman kalau kami tiap hari berdagang di sini,” kata salah seorang pedagang pakaian pantai di objek wisata Pantai Gandoriah, Arsad (40) di Pariaman, Senin (25/5/2020).

Melansir Merdeka, Arsad memperkirakan pendapatannya akan turun drastis meski tetap membuka lapak dagangannya. Padahal, dalam masa liburan biasanya transaksi bisa mencapai Rp 500.000 hingga Rp1 juta per hari, sedangkan pada libur Lebaran biasanya mencapai Rp5 juta per hari.

Baca: Gairahkan pariwisata, Selandia Baru akan terapkan empat hari kerja

“Namun sekarang tidak ada jual beli, hari ini saja baru satu pakaian. Padahal biasanya pada siang hari dalam kondisi libur Lebaran jual beli dagangannya sudah bisa mencapai Rp 3 juta,” katanya.

Ia mengaku mengetahui objek wisata di daerah itu ditutup, namun demi memenuhi ekonomi keluarga maka ia memaksakan diri berdagang di daerah itu.

Para pedagang di Pantai Gandoriah berharap pengendara masih bisa memasuki kawasan objek wisata di daerah itu sehingga ia masih mendapatkan omzet dari hasil berdagang.

Sejalan dengan itu, salah salah seorang pedagang aksesoris di objek wisata itu Sarma (30) mengatakan setiap hari semenjak 2015 ia berdagang di kawasan objek wisata tersebut dengan menjual topi dan kacamata.

Baca: Selama PSBB, objek wisata harus tutup tapi pengusaha dilarang PHK karyawan

“Jadi lokasi berdagang saya ini sudah tetap, kalau tetap tidak dilarang,” ujar dia.

Apalagi, lanjutnya, selama Ramadhan ia dan pedagang lainnya tidak berdagang di objek wisata itu sehingga kondisi perekonomiannya turun drastis.

Ia mengetahui objek wisata di daerah itu ditutup namun dirinya harus tetap berdagang guna memenuhi perekonomian keluarga.

“Kalau Lebaran jual beli bisa mencapai Rp1,5 juta per hari, namun sekarang Rp 100.000 aja sudah syukur,” tambahnya.

Baca: Senjata tumpul Jokowi di sektor pariwisata akibat corona

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, memastikan menutup objek wisata di daerah itu saat libur Lebaran karena masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Ia mengatakan jika objek wisata di daerah itu dibuka maka ditakutkan akan terjadi penyebaran Covid-19 di daerah itu.

“Lebaran kan 24 Mei sedangkan pemberlakuan PSBB hingga 29 Mei, jadi objek wisata tidak dibuka,” kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Senin. Seperti diberitakan Antara. ***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan