Jumat , 5 Juni 2020
Home » Politik » Rizal Ramli ungkap Praktik Kotor Demokrasi: Ambang batas parlemen

Rizal Ramli ungkap Praktik Kotor Demokrasi: Ambang batas parlemen

Rizal Ramli

Jakarta (Riaunews.com) – Ekonom senior Dr. Rizal Ramli kembali mengungkap praktik kotor sistem demokrasi yang saat ini berjalan di Indonesia.

Pemilik julukan rajawali ngepret itu mengatakan, bahwa partai yang ada di Indonesia diduga selalu meminta upeti dari setiap pencalonan baik itu di tingkat bupati, Gubernur hingga Presiden.

Baca: Partai baru Amien Rais ingin langsung koreksi pemerintah jika sudah terbentuk

“Alat peras-nya: batasan Threshold. Tahun 2014: Tarif 1 partai Rp 300 Miliar; tahun 2019: Rp 500 Miliar. Itulah basis dari demokrasi kriminal,” ungkap Rizal melalui kicauanya di Twitter, Sabtu (23/5/2020).

Dilansir RMOL, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold adalah batas suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk ikut dalam penentuan perolehan kursi di DPR. Ambang batas ini juga buat ukuran partai bisa tidaknya mengusung Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Baca: Calon investor Ibu Kota baru merugi ratusan triliun, ternyata sudah diprediksi Rizal Ramli

Sejauh ini, ada satu parpol penguasa ingin merevisi UU 7/2017 tentang Pemilu yang mencakup kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dari 4 menjadi 5 persen.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan