Minggu , 7 Juni 2020
Home » Nasional » Ustaz Abdul Somad angkat bicara soal pasar boleh buka namun masjid masih ditutup

Ustaz Abdul Somad angkat bicara soal pasar boleh buka namun masjid masih ditutup

Ustaz Abdul Somad.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Beberapa hari belakangan media sosial diramaikan dengan seruan agar masjid-masjid kembali dibuka bagi masyarakat untuk melaksanakan shalat berjamaah, terlebih beberapa hari lagi akan memasuki Hari Raya Idul Fitri.

Seruan untuk meramaikan masjid itu muncul setelah banyaknya warga berkerumun memenuhi pusat-pusat perbelanjaan jelang lebaran, namun tidak mendapatkan peringatan atau teguran berarti dari pemerintah.

Baca: Disindir ‘masjid ditutup tapi mal dibuka’, Mahfud: Yang ngomong orangnya MUI, bukan MUI

Terkait hal ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan mestinya pemerintah tidak tebang pilih.

“Mestinya lockdown semua tutup. Mal tutup, masjid tutup. Ketika zona hijau, semua buka kembali. Tapi konsekuensi lockdown berat, negara tidak punya duit. Maka dibuat semi lockdown bernama PSBB,” kata UAS, Kamis (21/5/2020).

Penceramah kondang asal Pekanbaru ini menilai, ada risiko yang sangat besar ketika sejumlah pusat perbelanjaan kembali beroperasi dan membuat kerumunan warga. Hal itu membuat umat Muslim pun terpantik untuk meramaikan masjid yang justru masih mendapatkan larangan berkegiatan secara berjamaah dalam jumlah banyak.

Baca: Ustaz Abdul Somad minta jangan membenci orang China karena virus Corona

“Ketika pasar dibuka karena tuntutan ekonomi, masjid tetap tutup karena dianggap tidak ada gerakan ekonomi. Jika umat Islam membalas dengan tetap ke masjid seperti ke mal, bahaya. Karena ketika terjadi penularan, masjid akan jadi kambing hitam,” katanya.

UAS pun mengusulkan agar masjid-masjid yang berada di zona hijau covid-19 bisa dibuka kembali sehingga bisa melakukan kegiatan sebagaimana biasanya. Sedangkan untuk masjid-masjid yang berada di zona merah, UAS menyarankan agar tetap tutup dan tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan jamaah banyak. Sebab menurutnya sangat berbahaya dan berisiko tinggi terjadinya penyebaran covid-19.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan