Ma’had Al-Jami’ah UIN Suska Riau bekali mahasantri dengan akhlak yang baik

Salah satu kegiatan mahasantri yang berada di Ma’had Al-Jami’ah UIN Suska adalah ‘menyetor’ ayat hafalan untuk tahfiz Alqur’an. (Foto: istimewa)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Menjadi mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Ultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, ternyata tidak hanya sekadar bertempat tinggal di asrama saja. Mereka juga dibekali akhlak yang baik melalui sejumlah program yang telah ditetapkan sebelumnya.

Salah satu program unggulan di Ma’had Al-jami’ah adalah tahsin dan tahfidz Alqur’an yang langsung di bawah didikan murobbi yang memang berkompeten di bidang Alqur’an, yaitu Ustaz Usman.

Ustaz Usman selama ini juga dikenal sebagai dosen di Fakultas Ushuluddin khususnya jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir.

Baca: Kampus UIN Suska Riau ditutup hingga 31 Maret

Program tesebut sangat disambut baik oleh mahasantri dan mahasantriwati Ma’had Al-Jami’ah.

Mereka sangat antusias megikuti program tesebut karena mereka tidak hanya diajarkan cara mengahafal al-quran yang cepat, tetapi juga diajarkan cara melafadzkan huruf yang benar dan tajwid Al-qur’an.

“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian di Ma’had Al-jami’ah ini, karena begitu banyak ilmu yang saya dapatkan di dalamnya. Mulai dari tahsin Alqur’an, tahfidz, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan adanya kajian setiap subuh, dan ba’da isya dan masih banyak lagi ilmu yang bisa saya pelajari,” ujar Vani salah satu mahasantriwati yang tinggal di Ma’had Al-Jami’ah, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya dia sungguh beruntung bisa medapatkan banyak ilmu, selain duduk di kelas sebagai mahasiswa dia juga tinggal di asrama sebagai mahasantri. “Jadi saya bisa dapat ilmu double sekaligus,” katanya.

Baca: Dituntut transparan, Rektor UIN Suska didemo mahasiswa

Ismi Yuliana sebagai salah satu musyrifah di sana juga mengungkapkan, bahwa kegiatan menghafal Alqur’an semakin tumbuh di kalangan mahasiswa.

“Hal yang sangat menggembirakan, bahwa sejak adanya ma’had maka banyak prestasi lahir yang sebelumnya tidak pernah muncul. Misalnya, semakin banyak mahasiswa yang hafal AlQqr’an dan hadist, sekaligus meraih prestasi akademik, contohnya di bidang karya ilmiah, kaligrafi dan lain-lainnya,” ungkap Ismi.***

Tulisan ini kiriman Gusri Widia Wati, mahasiswa UIN SUSKA Riau Jurusan Manajemen Dakwah

Tinggalkan Balasan