Jumat , 10 Juli 2020
Home » Internasional » Malaysia setop perekrutan TKA untuk atasi pengangguran akibat corona

Malaysia setop perekrutan TKA untuk atasi pengangguran akibat corona

Demo pekerja di Malaysia.

Kualalumpur (Riaunews.com) – Pemerintah Malaysia menghentikan perekrutan pekerja asing untuk mengatasi lonjakan angka pengangguran warga Malaysia. Peluang kerja di negara itu diberikan ke warga lokal.

“Kami tidak akan mengizinkan pekerja asing sampai akhir tahun. Mereka bisa datang ke Malaysia sebagai turis, jika mereka diizinkan,” kata Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia M Saravanan awal pekan ini dalam laporan dari media pemerintah Bernama.

Baca: Warga Malaysia positif Corona sempat melayat ke Pulau Rupat

Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya angka pengangguran, dan menjulangnya resesi ekonomi akibat pandemi virus corona di negara itu. Pemerintah berharap bahwa langkah ini akan memberikan prioritas kepada penduduk setempat untuk mendapakan pekerjaan.

Departemen Statistik Malaysia memperkirakan bahwa setidaknya 1 juta orang Malaysia akan kehilangan pekerjaan pada akhir tahun.

“Kami mencoba mengurangi pekerja asing di angkatan kerja selain memberikan prioritas kepada penduduk setempat untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Saravanan, menambahkan bahwa pemerintah akan mengevaluasi efektivitas kebijakannya pada akhir tahun.

Sebagai ekonomi baru, Malaysia memiliki ketergantungan tinggi pada pekerja berketerampilan rendah. Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), sekitar sepertiga pekerja asing dipekerjakan di sektor-sektor seperti pertanian, manufaktur, dan konstruksi.

Ada sekitar 1,8 juta pekerja asing di Malaysia, tetapi jumlahnya mungkin lebih tinggi karena mempekerjakan imigran gelap dan pengungsi.

Baca: Pelabuhan Dumai ditutup, tak lagi layani kepulangan TKI dari Malaysia

Sebagian besar pekerja asing berasal dari negara-negara miskin di Asia Selatan dan ASEAN, dengan jumlah tertinggi dari Indonesia, Bangladesh, Nepal, Myanmar dan India.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan