Jumat , 10 Juli 2020
Home » Politik » PDIP marah bendera mereka dibakar, Warganet unggah video pembakaran oleh kader sendiri

PDIP marah bendera mereka dibakar, Warganet unggah video pembakaran oleh kader sendiri

Pembakaran puluhan bendera PDIP di halaman kantor DPD PDIP di Kota Pontianak.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah harian kepada seluruh kader terkait dugaan tindak pidana pembakaran bendera partai.

Pembakaran bendera PDI-P terjadi saat aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Baca: Kader PDIP ancam akan bertindak sendiri kepada pelaku pembakaran bendera

Megawati mengeluarkan surat perintah harian itu pada Kamis (25/6/2020). Dalam surat itu ia meminta aksi pembakaran bendera itu diproses secara hukum.

Menanggapi hal tersebut, warganet mengingatkan kejadian di Pontianak pada Juli 2019 silam.

“Sejak dulu bendera PDIP sudah sering dibakar bahkan oleh kader-kader nya sendiri. Jd ga usah lebay ya !! Yg kmrin di DPR itu hny satu bendera PDIP yg di bakar…Nah ini di dlm video benderanya banyak lebih dari puluhan kali. Kol ga di pk jalur hukum ??” ungkap warganet di Twitter lewat akun @Maia_Estalase, sembari melampirkan video pembakaran bendera PDIP yang berjumlah puluhan tersebut.

Dikutip dari Tribun Pontianak pada 27 Juli 2019, sejumlah massa melakukan aksi protes di Sekretariat DPD PDI Perjuangan dengan membakar bendera PDI Perjuangan.

Baca: PDIP tempuh jalur hukum karena benderanya dibakar saat demo RUU HIP

Pembakaran tersebut tepat di halaman kantor DPD PDI Perjuangan, Jalan Sultan Abdurahman Kota Pontianak.

Sebelumnya, massa juga sempat untuk membakar baju atau kaos yang mereka gunakan. Kaos tersebut diketahui berlambang PDI Perjuangan.

User Rating: 1 ( 1 votes)

2 comments

  1. Susah deh

  2. Muhtar Sulaeman

    Bendera dibakar kok marah lebay ah.
    Kok Pancasila yang merupakan kesepakatan nasional yang sudah final mau di otak atik.kok g merasa salah. g merasa menista konstitusi.dsb dsb. Ga minta maaf lagi.

    Macam apa pula kau ini?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: