Rabu , Oktober 27 2021

Penghormatan atas wafatnya Jenderal (Purn) Pramono Edhie, TNI AD kibarkan bendera setengah tiang

TNI AD mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari atas meninggalnya Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo.

Jakarta (Riaunews.com) – Penghormatan tinggi diberikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD kepada mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Pramono Edhie Wibowo yang meninggal pada Sabtu (13/6).

Bentuk penghormatan itu dilakukan jajaran TNI AD dengan melakukan pengibaran bendera setengah tiang selama sepekan ke depan.

Baca: Jenderal Pramono Edhie, donorkan sumsum tulang belakangnya buat Ani Yudhoyono

“Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo, seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat mulai hari Ahad (14/6/2020) selama 7 hari mengibarkan bendera setengah tiang,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Nefra Firdaus kepada wartawan.

Pramono Edhie Wibowo dikabarkan meninggal setelah terkena serangan jantung. Jenazah disemayamkan di Puri Cikeas dan rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Sebelum menjadi KSAD, Pramono Edhie Wibowo yang tutup usia di umur 65 tahun sempat menjabat sebagai Pangkostrad, Panglima Kodam III/Siliwangi, dan Komandan Jenderal Kopassus.

Baca: Mantan KSAD yang juga adik ipar SBY, Pramono Edhie Wibowo wafat

Setelah keluar dari dunia militer, Pramono Edhie Wibowo masuk dunia politik dan bergabung dengan Partai Demokrat.

Pramono Edhie juga merupakan adik dari mendiang Ani Yudhoyono. Ia pernah mendonorkan sumsum tulang belakang miliknya untuk istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan sebelum meninggal pada 1 Juni 2019 akibat kanker darah yang dideritanya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: