Jumat , 10 Juli 2020
Home » Internasional » Seorang prajurit TNI anggota Pasukan Perdamaian Indonesia untuk PBB tewas dalam pertempuran di Kongo

Seorang prajurit TNI anggota Pasukan Perdamaian Indonesia untuk PBB tewas dalam pertempuran di Kongo

Indonsia aktif mengirimkan pasukan perdamaian untuk PBB ke sejumlah negara yang berkonflik. (Foto: Indozone)

Kinshasa (Riaunews.com) – Seorang pasukan perdamaian PBB asal Indonesia yang tengah bertugas di Kongo gugur dalam sebuah serangan.

Jean-Pierre Lacroix yang merupakan Under-Secretary-General for Peace Operations menulis sebuah pernyataan dalam akun Twitter resminya, @Lacroix_UN, mengonfirmasi kematian prajurit Indonesia tersebut.

“Saya sangat mengutuk pembunuhan seorang penjaga perdamaian @MONUSCO dari Indonesia dalam serangan pengecut di wilayah Beni kemarin. Kejahatan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Saya mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas dukungannya yang kuat kepada @UN dan @UNPeacekeeping,” tulis @Lacroix_UN.

Tak hanya tewas, beberapa prajurit perdamaian Indonesia juga mengalami luka-luka, demikian dikutip dari laman Free Malaysia Today, Rabu (24/6/2020).

Lokasi patroli mereka yang terletak sekitar 20 kilometer dari kota Beni di Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo, Kongo diserang.

“Seorang prajurit yang mengenakan helm Biru meninggal dunia dan yang lain terluka, tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil,” kata seorang petugas komunikasi pasukan penjaga perdamaian MONUSCO.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu, yang katanya dilakukan oleh “tersangka anggota ADF” — Pasukan Demokrat Sekutu, sebuah kelompok bersenjata terkenal di Republik Demokratik Kongo timur.

“Tentara itu telah mengambil bagian dalam proyek untuk membangun jembatan di daerah Hululu,” katanya.

Dikutip dari Liputan6, ADF merupakan pergerakan yang awalnya berasal dari Uganda pada 1990-an silam, dan menentang pemerintahan Presiden Yoweri Museveni.

Pada 1995, mereka pindah dan bermarkas di Kongo, meski diyakini mereka tidak melancarkan serangan ke Uganda selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data dari PBB, 500 orang tewas karena aksi mereka sejak akhir Oktober 2019, ketika militer RD Kongo melaksanakan operasi.

ADF diketahui membunuh 15 pasukan perdamaian PBB dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan membunuh tujuh lainnya dalam penyergapan Desember 2018.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan