Selasa , Mei 18 2021

Akhyar ‘diserang’, Jansen sarankan Djarot fokus urus Ketua DPD PDIP Sumut yang ditahan KPK

Japorman Saragih, mantan Ketua DPD PDIP Sumut yang kini ditahan KPK.

Jakarta (Riaunews.com) – Bakal calon Wali Kota Medan Akhar Nasution, beberapa waktu lalu ‘diserang’ oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat.

Djarot menyinggung soal penyelewengan anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kota Medan 2020 sebesar Rp4,7 miliar yang diduga dilakukan Akhyar yang merupakan Plt Wali Kota Medan.

Jansen mengaku heran melihat PDIP dengan koalisi partai politiknya yang kemungkinan mengusung menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution masih takut dengan koalisi Demokrat-PKS yang akan mengusung Akhyar.

Baca: Mantan Ketua PDIP Sumut ditahan KPK, Djarot salahkan PKS

“Demokrat telah memberi alternatif pilihan bagi publik di Kota Medan. Biarlah nanti masyarakat yang menentukan pilihannya. Masa koalisi yang sudah segemuk itu masih takut dengan koalisi rakyat yang hanya didukung dua partai saja,” tutur Jansen, Sabtu (25/7/2020).

Jansen pun menyarankan Djarot mengurusi mantan Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih yang sudah ditahan KPK karena tersangkut kasus suap yang menjerat mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho terkait kasus suap pengesahan APBD 2013.

Sebagai Plt Ketua DPD PDIP Sumut yang menggantikan Japorman, menurutnya, Djarot seharusnya fokus saja mengurusi teman yang lagi kesusahan.

“Lebih baik, saran saya, Djarot urusi saja itu Japorman Saragih yang kemarin sudah ditahan KPK. Kalau soal korupsi, rasanya itu urusan Djarot yang di depan mata. Bukan malah nyambar ke mana-mana,” ujar Jansen.

Jansen juga mengajak semua pihak untuk berpolitik dengan etika jelang penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 demi kebaikan demokrasi di Indonesia.

Djarot sebelumnya mengungkit penyelewengan anggaran yang diduga dilakukan oleh Akhyar yang telah menyeberang dari PDIP ke Partai Demokrat menjelang Pilwalkot Medan 2020.

Baca: Soal kasus MTQ Akhyar Nasution yang diungkit Djarot, begini respon Demokrat

“[Itu] menjadi pertimbangan penting mengapa partai tidak mencalonkan yang bersangkutan. Betapa bahayanya ketika MTQ saja ada dugaan disalahgunakan. Mungkin dengan bergabung ke partai tersebut yang bersangkutan ingin mencitrakan [jargon] katakan tidak pada korupsi yang pernah menjadi slogan partai tersebut,” kata Djarot dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7).

Diketahui, Akhyar resmi menyeberang dari Partai PDIP ke Partai Demokrat menjelang Pilwalkot Medan 2020. Hal ini karena PDIP kemungkinan besar akan mengusung Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo.***

 

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Ilva

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: