Selasa , September 29 2020
Home / Nasional / Cerita Tito tentang kendala menangkap Djoko Tjandra selama 11 tahun

Cerita Tito tentang kendala menangkap Djoko Tjandra selama 11 tahun

Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra yang sudah buron selama 11 tahun. (Foto: Kompas)

Jakarta (Riaunews.com) – Persoalan birokrasi antarnegara disebut menjadi salah satu kendala utama pemerintah Indonesia kesulitan menangkap buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra di luar negeri selama 11 tahun.

Hal itu diungkap Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan berdasarkan pengalamannya saat menjabat sebagai Kapolri periode 2016-2019 lalu.

Baca: Pengacara Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka

“Iya diantaranya itu, [kendala] birokrasi antar negara,” kata Tito usai menggelar Salat Iduladha di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Meski demikian, mantan Kapolri ini tak merinci unsur birokrasi seperti apa yang menjadi penghambat penangkapan buron negara yang lari ke luar negeri tersebut.

Tito hanya mengatakan pasti ada unsur-unsur non hukum yang menjadi kendala dalam pemulangan buronan negara seperti Djoko. Padahal, tiap negara sudah memiliki perjanjian esktradisi yang sudah ditanda tangani kedua kepala negara.

“Jadi ada unsur-unsur non hukum di balik itu ya,” kata Tito.

Melihat hal itu, Tito mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil menangkap Djoko Tjandra.

Keberhasilan itu menurutnya memberi sinyal polisi berhasil menembus pelbagai kendala birokrasi dan hukum antarnegara yang dinilai penuh hambatan selama ini.

“Nah saya selaku Mendagri jujur menyampaikan aspirasi yamg sangat tinggi bagi Polri, Pak Kapolri, Kabareskrim dan tim. Ini prestasi mereka luar biasa,” kata Tito.

Baca: Janji Kapolri bakal sikat habis oknum polisi yang bantu Djoko Tjandra

Sebelumnya, kepolisian berhasil menangkap Djoko Tjandra di Malaysia pada Kamis (30/7) kemarin.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit mengatakan keberhasilan penangkapan Djoko Tjandra itu dilakukan atas kerja sama antara Polri dengan Kepolisian Malaysia.

“Sore tadi kita bersama Bareskrim bersama tim khusus berangkat untuk melakukan pengambilan dan alhamdulillah berkat kerjasama kami dan kepolisian Malaysia saat ini Djoko Tjandra berhasil kita amankan,” ucap Listyo.

Listyo menjelaskan bahwa mulanya Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan untuk mencari Djoko Tjandra. Kemudian, Polri mencari informasi keberadaan buronan tersebut di Malaysia hingga berhasil ditangkap dan dibawa pulang ke Indonesia.

“Kapolri kirim surat ke kepolisian Diraja Malaysia kita bersama melakukan kegiatan upaya pencarian. Dari pencarian tersebut, kami mendapat informasi yang bersangkutan ada di Malaysia dan menindaklanjuti dengan kegiatan police to police,” katanya.***

 

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan