Selasa , Mei 18 2021

Diduga Langgar Berbagai UU, PT Gandaerah Hendana Wajib Dievaluasi

Pihak PT. Gandaerah Hendana Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Riau

 

Pekanbaru (RiauNews.com)- PT Gandaerah Hendana sebuah perusahaan kebun kelapa sawit milik asing yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Inhu, Provinsi Riau diduga telah melanggar berbagai Undang-undang.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Riau dengan pemangku adat Petalangan Batin Aei Sulu Dilaut dan BPN Kabupaten Pelalawan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu Kabupaten Pelalawan dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Baca: Petani sawit di Kuansing siap sukseskan PSR

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau H Zukri dan Ketua Komisi II DPRD Riau Robin Hutagalung didampingi Marwan Yohanis, Sugianto dan Suyadi. Rapat ini menghadirkan PT. Gandaerah Hendana.

PT. Gandaerah Hendana (GH) yang berada di Simpang Barito Desa Ukui II, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau diduga melakukan penggarapan lahan di luar perizinan Hak Guna Usaha (HGU) dan izin pelepasan hutan dari Kementerian Kehutanan di wilayah Pelalawan dan Indragiri Hulu. Namun sampai sejauh ini tidak ada tindakan dari pihak terkait untuk menyelidikinya.

Berdasarkan data Panitia Khusus (Pansus) Monitoring dan Perizinan Lahan DPRD Riau, PT GH menggarap hutan diluar izin HGU yang dimiliki serta Izin Pelepasan Hutan dari Menteri Kehutanan RI, yakni pada titik koordinat 00′ 07 ‘47,9″ Lintang Selatan dan 102′ 10’ 41,3″ Bujur Timur seluas lebih kurang 1000 hektar.

Pansus DPRD Riau telah merekomendasikan hasil temuan tersebut untuk dievaluasi pihak terkait. Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini dinilai telah menyalahi aturan dan berusaha melakukan pelanggaran perizinan yang diberikan.

“Temuan ini tentu tak bisa dibiarkan dan harus ditindaklanjuti pihak terkait. Jangan seenaknya perusahaan membuka usaha dengan berusaha mengelabui perizinan yang ada. Saya berharap perusahaan yang juga menanam di luar perizinan harus di evaluasi kembali.”kata Sugianto.

Menurut politisi PKB ini, PT Gandaerah Hendana yang merupakan perusahaan modal asing ini harus diberikan sangsi tegas, karena sangat merugikan.

Bcaa: Karhutla hanguskan kebun sawit warga di Bengkalis dan Dumai

“Selain memanfaat areal di luar HGU, tinjauan lapangan juga mendapati perusahaan mengalihkan sungai alam dan menanam di pinggir sungai.” tutupnya.***

 

Pewarta : Edi Gustien

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: