Selasa , Mei 18 2021

Din Syamsudin: Menuduh Islam radikal justru sebagai bentuk radikalisme

Ketua Wantim MUI, Din Syamsuddin.

Jakarta (Riaunews.com) Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin, meminta kepada semua pihak untuk tidak secara tendensius mengalamatkan isu Radikalisme kepada umat Islam.

“Agar isu radikalisme tidak dikembangkan secara sepihak peyoratif (menghina/merendahkan-red) tendensius ke Islam. Radikalisme sampai tingkat ekstremisme itu bisa masuk ke berbagai aspek seperti negara, keagamaan, politik, sosial dan sebagainya,” ungkapnya dalam jumpa pers yang dilakukan secara daring, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Baca: Ketum FPI: Pembakaran foto Habib Rizieq dilakukan gerombolan PKI

Din mengaku prihatin dengan adanya pengembangan narasi radikalisme yang ditujukan kepada umat Islam. Menurutnya, tuduhan Islam adalah radikal merupakan tuduhan sepihak yang tidak berkeadilan.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mengatakan bahwa radikalisme dapat melanda umat dan Agama manapun. “Radikalisme dan Ekstremisme terdapat di setiap lingkaran umat beragama di dunia ini,” katanya.

Din menyampaikan, radikalisme dan ekstremisme juga tidak melulu karena agama, tetapi dapat bermotif ketidakadilan ekonomi yang dilakukan pihak dengan kekuatan ekonomi kemudian menyengsarakan golongan lain yang lebih lemah.

Benih radikalisme, menurut Din, dapat berangkat dari kesenjangan ekonomi tersebut. Hal itu termasuk politik dan hukum tanpa keadilan sehingga memicu radikalisme dan ekstremisme.

Baca: Din Syamsuddin sebut UU Corona kejahatan luar biasa

Maka dari itu, Din menuturkan, tuduhan kepada Islam atau pihak lain sebagai radikal dan ekstrem justru menjadi dari radikalisme dan ekstremisme itu sendiri. Dengan begitu, menyebut radikal dan ekstrem harus secara proporsional.

“Cara menuduh kelompok lain radikal dan ekstrem itu bentuk radikal dan ekstrem itu sendiri,” ujarnya.***

Editor: Ilva

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: