Sabtu , Mei 8 2021

Hasto: Teror di PAC PDIP bermotif ideologi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Jakarta (Riaunews.com) – Insiden penyerangan bom molotov ke kantor sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor oleh orang tak dikenal, pada Selasa (28/7/2020) malam, mendapatkan respon serius DPP PDI Perjuangan.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengecam keras tindakan teror terhadap PAC PDI Perjuangan Megamendung, Cileungsi, Kabupaten Bogor tersebut. Menurutnya, teror bom molotov semacam itu merupakan tindakan pengecut yang disinyalir memiliki motif ideologis.

Baca: Dinilai tebang pilih, Mujahid 212 bandingkan sikap Polri saat kasus bendera PDIP dibakar dengan foto HRS

“PDI Perjuangan mengecam keras aksi pelemparan tiga bom molotov di sekretariat PAC Megamendung dan Cileungsi, Kabupaten Bogor. PDI Perjuangan menentang berbagai bentuk teror,” tegas Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Rabu (29/7).

“Pelemparan bom molotov adalah tindakan pengecut dan memiliki motif ideologis,” imbuhnya menegaskan.

Menurut Hasto, serangan ke kantor PAC tersebut merupakan serangan terhadap demokrasi, kemanusiaan dan tatanan kehidupan masyarakat yang ingin hidup tenteram. PDI Perjuangan, kata Hasto, sangat kokoh dalam memegang teguh Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan kebhinnekaan Indonesia.

“Karena itulah terhadap aksi teror tersebut, tidak akan pernah menyurutkan semangat juang kami. PDI Perjuangan partai grassroots, tidak kenal mundur dan takut,” tegasnya.

Atas dasar itu, Hasto mengimbau kepada seluruh kekuatan grass roots (akar rumput) partai agar tetap tenang, dan terus bekerja keras dan membantu masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat. Dia menambahkan, Indonesia adalah negara hukum dan Pancasila sebagai dasar negara harus tetap dijunjung tinggi.

Baca: PDIP tuding ada kelompok yang memainkan isu Pancasila

“Karena itulah mereka yang telah mengganggu ketentraman masyarakat harus ditindak, dan hukum tidak boleh kalah dengan berbagai bentuk aksi teror yang anti ketuhanan dan anti kemanusiaan tersebut,” pungkasnya.***

 

Sumber: Merdeka
Editor: Ilva

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: