Selasa , Mei 18 2021

Luhut klaim kedatangan 500 TKA China akan ciptakan 5.000 tenaga ahli baru

Luhut Binsar Panjaitan.

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, meminta masyarakat tidak mempersoalkan kembali kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China. Sebab, kehadiran TKA itu justru akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Kemarin ada datang 500 TKA. Anda tahu 500 ini ciptakan 5.000 ahli. Bukan lapangan kerja tukang pacul, tidak lapangan kerja operator,” kata Menko Luhut dalam webinar di Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Dia mengatakan dengan keberadaan TKA di Indonesia, secara otomatis membantu masyarakat di Tanah Air. Sebab, masyarakat Indonesia akan diberikan bekal pelatihan baik secara teknologi maupun keahlian.

Baca: Luhut ungkap 1.800 TKA China akan segera masuk ke Bintan

“Jadi kalau ada yang ribut-ribut itu Anda merusak masa depan republik dan masa depan generasimu,” tegas dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi membeberkan alasan pemerintah yang berencana mendatangkan 500 tenaga kerja asing (TKA) China ke Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. Menurutnya, kehadiran TKA tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China.

Dia menyadari teknologi RKEF China, bisa bangun secara ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi ini juga menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional.

“Kenapa butuh TKA dimaksud? Karena mereka bagian dari tim konstruksi yang akan mempercepat pembangunan smelter dimaksud. Setelah smelter tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing,” kata dia.

Baca: Jubir Luhut kembali perjelas rencana 500 TKA China ke Sultra

Dia menekankan, kehadiran TKA asal China tersebut juga tidak akan menggerus tenaga kerja dari dalam negeri. Sebagai contoh, seperti di IMIP yang ada di Morowali, saat ini mayoritas sudah beroperasi secara penuh, walaupun masih ada sedikit progress pembangunan fasilitas hilirisasi nikel yang sedang dikembangkan.

Pihaknya mencatat, tenaga kerja lokal di sana saat ini adalah 39.500 sementara yang TKA ada 5.500. Jadi jumlah TKA kira-kira hanya 12 persen dari total pekerja.

“Saya yakin jika proses pembangunan smelter yang baru sudah selesai jumlahnya pun akan turun,” kata dia.***

 

Sumber: Merdeka
Editor: Ilva

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: