Kamis , Oktober 1 2020
Home / Spesial Riau / Perusahaan diminta setop ‘impor’ tenaga kerja

Perusahaan diminta setop ‘impor’ tenaga kerja

Tim Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan 6 TKA China dengan menggunakan alat suhu dan memeriksa Passport dalam Sidak di PLTU Nagan Raya di Suak Puntung Kecamatan Kuala Pesisir. (Foto: Waspada)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Perusahaan yang beroperasi di Riau diminta untuk sementara berhenti mendatangkan tenaga kerja dari luar, terutama dari daerah zona merah Covid-19.

Hal itu sebagaimana dikatakan Gubernur Riau Syamsuar, bahwa penambahan kasus positif Covid-19 di Riau merupakan klaster baru impor dari provinsi lain.

Baca: Riau hari ini tambah 23 kasus positif Covid-19, Jubir: Ini mengkhawatirkan

Dijelaskannya, kasus positif Covid-19 di Riau yang naik luar biasa pada hari ini datang dari luar. Dimana ada perusahaan yang beroperasi di Riau yang membutuhkan tenaga kerja dari luar.

“Saya sudah telepon pimpinan perusahaannya, tak perlu saya sebut nama perusahaannya. Saya minta untuk sementara tak usah mengambil tenaga kerja dari luar, dari Riau saja,” kata Syamsuar, Selasa (21/7/2020).

“Makanya penambahan kasus di Riau banyak dari klaster baru daerah luar daerah Provinsi Riau. Makanya kasus Covid-19 menambah dari situ,” tambahnya.

Bahkan Gubri mengatakan, ada beberapa perusahaan di daerah yang meminta izin akan mendapatkan tenaga kerja dari luar.

Baca: Menurut Refly Harun syarat jalan tak lagi berlaku seiring bubarnya Gugus Tugas Covid-19

“Kemarin saya mendengar ada yang minta mendatangkan tenaga kerja dari luar seperti di Dumai. Ada juga di Siak. Makanya saja minta, tolong disetop dulu, penerimaan tenaga kerja untuk orang Riau dulu, jangan dari luar daerah. Apalagi dari daerah zona merah,” tegasnya lagi.

“Dan Alhamdulillah mereka (perusahaan) sudah mau mengikuti arahan kita, karena pekerja dari luar itu yang menyebabkan klaster baru di Riau,” cakapnya.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan