Tanggapan LPPOM MUI soal dugaan vaksin corona asal China tak halal

Vaksin buatan Sinovac, China.

Jakarta (Riaunews.com) – Vaksin corona buatan Sinovac, perusahaan asal China, akan memasuki uji tahap klinis 3 di Bandung, Jawa Barat. Jika sukses, vaksin diproyeksikan akan siap uji edar Januari 2021.

Tentu ini menjadi kabar baik di tengah pandemi corona di Indonesia yang belum ada tanda-tanda akan berakhir. Dengan vaksin, diharapkan manusia bisa kebal dari SARS-Cov-2.

Baca: MS Kaban usul agar uji klinis vaksin corona asal China dimulai dari Jokowi dan pendukungnya

Namun kabar baik ini juga diragukan sejumlah pihak. Ada juga yang khawatir soal kehalalan vaksin tersebut.

Menjawab hal ini, LPPOM MUI siap jika diminta terlibat dalam pengembangan vaksin tersebut. Setelah uji klinis selesai, apabila Komite Pelaksana Uji Klinis mendaftarkan produk vaksin ini, LPPOM akan segera memprosesnya.

“LPPOM MUI ini kan sifatnya teknis untuk audit halal, kalau ada yang mendaftar pasti akan dikerjakan,” kata Wakil Direktur LPPOM MUI Osmena Gunawan saat dihubungi, Selasa (28/7).

Kata Osmena, LPPOM MUI nanti akan mengecek kandungan vaksin di laboratorium. Prosesnya 3 sampai 6 bulan.

Baca: Menurut dr Indra Yovi, selama vaksin Covid-19 belum ditemukan wajib pakai masker

“LPPOM MUI juga pernah uji vaksin buat haji, vaksin meningitis. Jadi dicek bahan-bahan yang digunakan, alur pekerjaannya seperti apa, berapa lama, kita lihat dulu,” ujar dia.

“Intinya kita siap, kita belum pernah tidak siap, apa pun produknya,” sambungnya.***

Tinggalkan Balasan