6 tewas saat badai Laura sapu Amerika Serikat

Badai Laura yang menyapu Louisiana dan Texas, AS, merenggut enam nyawa. Kemenlu menyatakan seluruh WNI dalam kondisi aman. (Foto: AFP via CNN Indonesia)

Louisiana (Riaunews.com) – Sebanyak enam orang di Louisiana, Amerika Serikat, meninggal akibat terjangan Badai Laura, tetapi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana dilaporkan selamat.

“Info dari KJRI Chicago tidak ada WNI yang terdampak. 3 keluarga WNI dan diaspora dikabarkan melakukan evakuasi mandiri,” tulis Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/8/2020).

Baca: BMKG peringatkan ada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di Riau

Faizasyah menyatakan sampai saat ini jumlah WNI di Louisiana mencapai 863 orang, dan di Texas berjumlah 9.923 orang.

Dilansir CNN, dari enam korban tewas, empat di antaranya meninggal akibat tertimpa pohon yang roboh akibat terjangan badai.

Mereka yang meninggal akibat tertimpa pohon adalah seorang remaja putri berusia 14 tahun di Vernon, pria berusia 51 tahun di Jackson, lelaki berusia 60 tahun di Acadia, dan seorang pria berusia 64 tahun di Allen.

Sedangkan dua korban tewas lainnya berada di daerah Calcasieu, yakni seorang lelaki berusia 24 tahun dan satu jasad yang belum terungkap identitasnya.

Badai Laura yang menerjang wilayah perbatasan negara bagian Texas dan Louisiana berkekuatan kategori empat, dengan kecepatan 241 kilometer per jam.

Dari pantauan udara korps Penjaga Pantai AS, Badai Laura menimbulkan kerusakan parah di wilayah yang dilewati dan menyebabkan banjir di sepanjang kawasan pesisir Cameron.

“Banyak sekali kerusakan. Orang-orang di sini akan membutuhkan bantuan,” kata seorang penduduk di daerah Danau Charles, Paul Heard.

Baca: Ngeri, penyanyi Rumania tewas karena mobilnya tertabrak kereta saat live di Instagram

Rumah-rumah penduduk di kawasan yang dilalui badai Laura rusak berat. Jaringan listrik pun padam.

Menurut data dari PowerOutages.us, akibat jaringan listrik yang rusak berdampak terhadap 850 ribu penduduk di Texas dan Louisiana.

Tiang-tiang listrik serta rambu lalu lintas patah dan roboh.***

 

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: