Analis ini menilai kesan leadership Ahok kuat hanya sebatas citra buatan para buzzer

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.

Jakarta (Riaunews.com) – Publik diharapkan untuk objektif dalam melihat peran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di PT Pertamina (Persero).

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan sosok Ahok yang menjadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina sudah terbukti tidak mampu membuat Pertamina untung.

Hal itu dapat dilihat adanya kerugian Pertamina di semester I 2020 yang mencapai Rp 11,33 triliun.

Baca: Pertamina rugi Rp11 triliun, Warganet: Ahok ngapain saja?

“Kita semua mesti objektif mencermati peran Ahok di Pertamina. Bahwa ternyata Ahok tidak mampu membuat Pertamina untung. Artinya leadership Ahok dipertanyakan,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Ahad (30/8/2020).

Ubedilah pun curiga kesan leadership kuat Ahok sebatas hasil konstruksi para buzzer di media sosial.

“Bisa jadi selama ini kesan leadership kuat Ahok itu hanya citra yang dikonstruksi buzzer dan influencer di media sosial. Atau Ahok memang tidak punya leadership untuk memimpin institusi BUMN,” kata Ubedilah.

Apalagi, Ubedilah menilai aneh jika seorang Ahok mengaku tidak mendapatkan laporan data dari Direktur Utama (Dirut) Pertamina. Selain aneh, dia menduga Ahok memang tidak bekerja selama ini.

“Nanya laporan saja tidak ia lakukan. Masak sekelas Ahok bersifat pasif nunggu laporan? Emangnya di Pertamina tidak ada sistem yang memudahkan untuk saling mengecek laporan,” jelasnya.

Ubedilah pun curiga jika Ahok sengaja menyembunyikan kegagalannya dengan bersembunyi dan menyalahkan orang lain.

Baca: Ahok dinilai gagal jalankan amanat Jokowi

“Ini aneh. Atau jangan-jangan Ahok sedang mempraktikan pepatah ‘lempar batu sembunyi tangan’. Akibat kegagalannya ia bersembunyi dengan menyalahkan orang lain,” pungkasnya.***

 

Sumber: RMOL
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: