Berteduh di gubuk karena hujan, 10 remaja pemain bola tewas disambar petir

Sambaran petir (ilustrasi)

Arua (Riaunews.com) – Sepuluh anak tewas tersambar petir di kota Arua, Uganda setelah berteduh di sebuah gubuk saat hujan badai melanda.

Anak-anak tersebut tengah bermain bola saat hujan deras melanda yang kemudian memaksa mereka istirahat di bangunan dekat rerumputan yang disambar petir.

Baca: Transmisi 150 KV disambar petir, listrik di Batam dan Bintan mati total

Sembilan anak, berusia 13 sampai 15 tahun, tewas di tempat. Sementara seorang anak lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Demikian dikutip dari BBC, Ahad (30/8/2020).

Tiga anak yang masih hidup dirawat di rumah sakit setempat.

Wilayah barat laut Uganda mengalami hujan lebat ditambah dengan guntur dan kilat.

Ini adalah kecelakaan terburuk tersambar petir di Uganda sejak 2011, ketika 18 anak tewas di sebuah sekolah di wilayah barat tengah.

Baca: Empat petani tewas disambar petir saat memanen padi

Tahun itu, 28 orang juga meninggal karena sambaran petir dalam pekan yang sama.

Pada Februari tahun ini, empat gorila gunung yang langka tewas setelah disambar petir.***

 

Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: