India puji Indonsia yang miliki uang bergambar Dewa Hindu meski mayoritas Muslim

Uang pecahan 20.000 emisi 1998 bergambar Ki Hajar Dewantara dan patung Dewa Ganesha di sampingnya.

Jakarta (Riaunews.com) – Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia. Meski demikian, India memuji dan menyebut Indonesia sebagai satu-satunya negara yang dalam uang kertasnya memasukkan gambar salah satu dewa Hindu.

“Satu-satunya negara di dunia yang memiliki gambar dewa Ganesha dalam mata uangnya adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, yakni Indonesia,” demikian ditulis timenownes.com, Sabtu (22/8/2020).

Baca: Uang edisi khusus pecahan Rp75.000 hanya dicetak 75 juta lembar, begini cara mendapatkannya

Sabtu, 22 Agustus 2020 menjadi hari istimewa bagi umat Hindu dunia. Hari itu merupakan perayaan Ganesh Chaturthi, yakni perayaan turunnya dewa Ganesha ke muka bumi.

Dewa Ganesha mempunyai posisi istimewa di kalangan umat Hindu, karena merupakan dewa pengetahuan dan kecerdasan, dewa pelindung, dewa penolak bala atau bencana dan dewa kebijaksanaan.

Gambar dewa Ganesha yang disebut timenownes.com itu ada dalam uang kertas rupiah pecahan Rp 20.000 tahun emisi 1998. Pada bagian muka uang kertas tersebut, terdapat gambar pahlawan nasional yang juga Bapak pendidikan nasional yakni Ki Hadjar Dewantara.

Dewa Ganesha kepercayaan umat Hindu.

 

Pada sisi kirinya, terdapat gambar Ganesha yang bagi umat Hindu merupakan dewa pengetahuan dan kecerdasan. Mata uang India, yakni Rupee, tak mencantumkan gambar Ganesha. Padahal India merupakan negara dengan populasi penduduk Hindu terbesar di dunia.

Sementara meski sekitar 87 persen penduduk Indonesia adalah Muslim, namun sejarah kerajaan-kerajaan nusantara sebelum Indonesia berdiri banyak dipengaruhi oleh ajaran Hindu. Sedangkan saat ini populasi umat Hindu di Indonesia sekitar 1,7 persen.

Baca: Besok, Bank Indonesia luncurkan uang khusus edisi 75 tahun Indonesia Merdeka

Uang kertas pecahan Rp 20.000 tahun emisi 1998 itu sendiri, saat ini sudah tidak berlaku. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 10/33/PBI 2008, yang menetapkan uang-uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999 tidak berlaku lagi dan tanggal 31 Desember 2018 menjadi batas akhir penukaran uang tersebut.

Bersamaan dengan berakhirnya masa berlaku uang rupiah pecahan Rp 20.000 bergambar Ki Hadjar Dewantara dan dewa Ganesha itu, ada 3 uang kertas rupiah yang juga dinyatakan tak berlaku lagi, yakni:

Rp 10.000 Tahun Emisi 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Tjut Njak Dhien)
Rp 50.000 Tahun Emisi 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman)
Rp 100.000 Tahun Emisi 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr H Mohammad Hatta). ***

 

Sumber: Kumparan
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: