Kingsley Coman ‘hukum’ PSG yang pernah menyia-nyiakannya

Kingsley Coman mengangkat trofi Liga Champions saat Bayern Munchen keluar sebagai juara setelah mengalahkan PSG di partai final, Senin (24/8/2020) dini hari WIB.

Lisbon (Riaunews.com) – Kingsley Coman mencetak gol penentu kemenangan Bayern Munchen dalam laga lawan Paris Saint Germain di final Liga Champions. Coman sendiri adalah pemain buangan PSG.

Coman lahir di Paris dan sudah berada di tim junior PSG sejak berusia delapan tahun. Coman terus berjuang hingga akhirnya ia bisa membela tim utama PSG di usia 17 tahun. Namun Coman tak banyak mendapatkan tempat untuk berkembang.

Baca: Bungkam PSG 1-0, Bayern Munchen Juara

Coman lalu memutuskan bertualang ke Juventus di Liga Italia. Setelah dua musim di Bianconeri, Coman dipinjamkan ke Munchen lantaran ia juga hanya sering jadi pelapis di Juventus.

Di Munchen, Coman lebih banyak mendapatkan kepercayaan. Meski tak selalu jadi pilihan utama, menit bermain Coman di ‘FC Hollywood’ jauh lebih banyak dibandingkan saat di PSG dan Juventus.

Keputusan Hans-Dieter Flick untuk menurunkan Coman di laga final akhirnya berbuah manis. Meski pergerakannya tidak banyak terlihat di babak pertama, Flick tetap mempertahankan Coman di awal babak kedua.

Pertimbangan Flick menunjukkan hasil positif di menit ke-59. Coman muncul di tiang jauh untuk melepaskan sundulan yang menaklukkan Keylor Navas yang sejatinya juga tampil ciamik di laga final kali ini.

Gol ini seolah ‘hukuman’ dari Coman untuk PSG yang dulu menyia-nyiakannya.

Kemenangan Bayern Munchen di laga final Liga Champions ini membuat Coman makin kaya gelar di usianya yang masih 24 tahun.

Baca: Sejumlah fakta unik jelang Lyon vs Bayern Munchen

Di usia yang belia, ia sudah merasakan gelar liga di Prancis, Italia, dan Jerman dengan total sembilan gelar liga. Coman juga pernah memenangkan piala liga di tiga negara tersebut.

Bagi Coman, gelar Liga Champions musim ini merupakan gelar perdana di tataran Eropa. Hal itu terasa manis karena ia memastikan kemenangan lewat gol tunggal ke gawang klub yang pernah membesarkannya.***

 

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: