Komentari rencana pembukaan bioskop, Tompi rasakan sakitnya diserang buzzer

dr Tompi diserang buzzer gegara komentari rencana pemerintah untuk membuka kembali bioskop. (Foto: suara)

Jakarta (Riaunews.com) – Salah satu pendukung Jokowi pada gelaran Pilpres 2019 lalu, dr Tompi, kini merasakan tak enaknya diserang para buzzer.

Hal ini terjadi setelah dirinya mengomentari soal rencana pemerintah akan membuka kembali bioskop.

Diketahui, bioskop merupakan salah satu sektor yang selama ini paling kena dampak pandemi. Bioskop ditutup semenjak Covid-19 merajalela demi mencegah penyebaran.

Wacana pembukaan kembali bioskop selesai selama beberapa pekan oleh Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Pengkajian tersebut dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Ketua tim pakar Wiku Adisasmito mengatakan: “Bioskop dan cinema memiliki karakteristik dan kontribusi penting terutama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat karena imunitas masyarakat juga bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental atau fisik dari para penonton dan masyarakatnya ditingkatkan,” ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring, Rabu (26/8/2020), lalu.

Menanggapi pernyataan Wiki tersebut, dokter yang juga musisi dan aktivis media sosial, Tompi, termasuk yang ikut berkomentar. Melalui akun media sosial @dr_tompi mengatakan: “Bener nih komentarnya begini?? Keren. Nyali emang gak boleh nanggung-nanggung.”

Komentar Tompi kemudian memancing netizen untuk ikut mengkritisi penjelasan dokter Wiku. Umumnya, netizen meragukan kalau bioskop bisa menjadi mesin kebahagiaan masyarakat, terutama di tengah keadaan seperti ini. Sebagian dari mereka khawatir pembukaan bioskop justru menjadi cluster baru.

Setelah memberikan tanggapan soal kaitan bioskop dan imunitas tubuh, Tompi mengaku mendapat serangan buzzer.

“Hari ini seharian diserang buzzer gara-gara tweet gw tentang pendapat bioskop dibuka meningkatkan imun. Mereka kira gw kagak girang bisa nonton bioskop lagi ekekw. Pointnya bukan dibuka atau tutupnya bioskop coi… tapi statementnya itu loh,” katanya.

Seperti diketahui, kelakuan para buzzer sudah sering dikeluhkan.

Para pendengung bayaran ini kerap menyerang pribadi, alih-alih adu argumen, terutama pada pihak yang berseberangan dengan pemerintah.***

Sumber: Suara
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: