Megawati ajak kader PDIP ikut vaksinasi corona


Jakarta (Riaunews.com) – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kader partainya tak menolak vaksinasi terkait virus corona (Covid-19).

Megawati menyebut banyak pihak yang masih meragukan vaksinasi karena kurang pengetahuan.

“Sepanjang yang dari PDIP jangan ada yang tidak mau memberikan vaksinasi bagi anak-anak,” kata Megawati saat membuka Sekolah Partai yang diikuti oleh sekitar 129 bakal calon kepala daerah dari PDIP secara virtual, Jumat (21/8/2020).

Baca: Pamit ke warga Surabaya, Risma mengaku pernah disodori Megawati jadi menteri Jokowi

Megawati meminta bakal calon kepala daerah yang diusung oleh PDIP tak melarang masyarakat untuk divaksinasi. Ia mengimbau agar kadernya bertanya apabila meragukan sesuatu, khususnya vaksin dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Tanya kalau meragukan, bukannya menyuruh rakyat tidak boleh mendapatkan vaksinasi. Seperti sekarang kita alami sendiri. Orang kebingungan karena tidak ada obatnya,” ujarnya.

Presiden ke-5 RI itu pun lantas menceritakan dirinya yang sudah jarang bertemu orang, termasuk anak-anaknya di luar rumah selama enam bulan terakhir ini.

“Anak-anak saya sudah di lockdown, lockdown betul, enggak boleh ketemu orang. Apa artinya, jangan berpikiran kuper, kurang pengetahuan,” katanya.

Selain pandemi Covid-19, Megawati juga meminta para kader partai berlambang banteng moncong putih itu untuk memperhatikan gizi bagi anak-anak. Menurutnya, bayi membutuhkan gizi yang cukup agar tetap sehat.

“Nanti yang paling utama kalau ibu-ibu telah jadi (kepala daerah), bikin program apalah tentang bayi sehat lah. Bayi itu butuh susu ibu-ibu,” ujarnya.

Baca: Pidato Megawati ‘tonjok’ anak-menantu Jokowi yang masuk politik secara instan

Sebagai informasi, Indonesia sedang menjadi salah satu negara yang menjadi lokasi uji klinis vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotec Ltd. Proses penyuntikan vaksin ke relawan sudah digelar di Bandung sejak 14 Agustus lalu.

Presiden Joko Widodo sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp18 triliun untuk pengadaan vaksin virus corona di Indonesia. Pengadaan vaksin dilakukan untuk 160 juta jiwa.

Direktur Standarisasi Obat Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Togi Junice Hutadjulu mengatakan pihaknya memprediksi vaksin virus corona akan bisa diedarkan di Indonesia sekitar Februari 2021.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: